Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Chelsea vs Betis di Final Liga Konferensi Eropa, Dua Klub dengan Performa Menanjak di Liga

A. Nugroho • Jumat, 9 Mei 2025 | 17:30 WIB
PEMBUKTIAN: Antony dan Dewsbury-Hall yang memberikan performa terbaik di Real Betis dan Chelsea saat berlaga di Liga Konferensi Eropa. Keduanya membawa klubnya lolos ke final.
PEMBUKTIAN: Antony dan Dewsbury-Hall yang memberikan performa terbaik di Real Betis dan Chelsea saat berlaga di Liga Konferensi Eropa. Keduanya membawa klubnya lolos ke final.

MALANG – Satu lagi final ideal tersaji di Liga Konferensi UEFA. Kali ini, raksasa Inggris, Chelsea bakal menghadapi Real Betis. Kedua tim sama-sama memiliki trend performa yang bagus. Chelsea di Premier League sementara Betis di La Liga.

Lolosnya dua tim ini sebelumnya memang sudah bisa diprediksi. Kualitas pemain hingga permainan yang ditunjukkan dua tim ini memang sangat dominan di Liga Konferensi yang merupakan kasta ketiga kompetisi di Eropa.

Baik Chelsea maupun Betis seolah terjebak di kompetisi yang bukan semestinya. Dengan performa yang saat ini mereka tunjukkan, Chelsea dan Betis layak berlaga di kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Seperti Liga Champions atau Liga Europa.

Dini hari tadi, Chelsea mampu menuntaskan perlawanan Djurgarden. Klub Swedia itu dilibas dengan skor 1-0 melalui gol Kiernan Dewsbury-Hall. Dengan skor ini, Chelsea sukses lolos ke final dengan agregat 5-1.

Di liga ini, Chelsea seperti memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda atau yang selama ini menghangatkan bangku cadangan. Selain Dewsbury-Hall, ada Tyrique George. Tyrique merupakan akamsi yang baru berusia 18 tahun. Dalam dua laga melawan Djurgarden, striker yang bisa beroperasi di flank ini dipercaya Enzo Maresca sebagai starter. Bahkan ada pula Reggie Walsh dan Josh Acheampong yang masih remaja.  

Sedangkan Real Betis, dini hari tadi memang hanya bermain imbang 2-2 melawan Fiorentina. Namun hasil itu sudah cukup membuat Betis lolos ke final. Hal ini usai di leg pertama, Los Verdiblancos sukses mengkandaskan Fiorentina dengan skor 2-1.

Antony lagi-lagi menjadi aktor utama lolosnya Real Betis. Pemain asal Brasil ini kembali mencetak gol di babak semifinal ini. Kehadiran pemain pinjaman dari Manchester United ini memang membuat performa Betis terkerek. Perannya sebagai sayap kanan bisa membuka ruang sekaligus menciptakan peluang-peluang berbahaya bagi tim.

Antony tampil percaya diri. Jauh dibandingkan saat dia berseragam MU. Di Betis, Antony menjadi gelandang yang berbeda. Baik dari segi performa maupun mentalitasnya.

Bagi Chelsea dan Betis, final ini menjadi pembuktian performa mereka yang sama-sama menjanjak di liganya masing-masing. Jika juara, trofi Liga Konferensi ini sangatlah berharga.  

Editor : A. Nugroho
#UEFA #liga konferensi #real betis #final #chelsea