KABUPATEN – Meski bertajuk laga amal, pertandingan antara Arema FC dengan Arema All-Stars kemarin (8/5) berlangsung seru.
Apalagi pertandingan itu menandai kembalinya pasukan Singo Edan ke Stadion Kanjuruhan.
Tujuh gol berhasil diciptakan Dalberto Luan Belo dan kawan-kawan ke gawang Arema All-Stars.
Arema FC memberikan kesempatan kepada semua penggawanya untuk menikmati pertandingan.
Mulai dari Brandon Scheunemann, Aswin, Tito Hamzah, Samuel Balinsa, hingga Andrian Casvari.
Mereka bergiliran dengan para pemain yang biasanya menempati posisi starting eleven.
Sementara dari sisi lawan, Arema All-Stars diisi sejumlah mantan pemain populer Singo Edan.
Seperti Juan Revi, Hermawan, Arif Suyono, dan Ahmad Bustomi.
Mereka dibantu pesepak bola muda asal Malang yang kini mulai mendapat perhatian di kancah internasional.
Titan Agung dan Evandra Florasta.
Sepanjang laga, chant Aremania menggema di seluruh stadion.
Kendati hanya diisi oleh 604 penonton, teriakan mereka menjadi pelecut para pemain untuk serius dalam bertanding.
Hasilnya, dua gol tercipta untuk Arema FC pada babak pertama.
Sontekan Muhammad Rafli pada menit ke-11 dan Samuel Balinsa pada menit ke-21 menandai keunggulan Arema FC.
Arema FC yang diisi pemain aktif pun terus berusaha menekan Arema All-Stars.
Sepanjang pertandingan, Evandra menjadi sorotan karena kerap dilanggar oleh penggawa Singo Edan.
Mulai dari Tito Hamzah, Samuel Balinsa, hingga Shulton Fajar.
Saat gelandang timnas U-17 itu dilanggar, para penonton berteriak.
Mereka membela wonderkid asal Tumpang tersebut.
Setelah turun minum, tim asuhan Ze Gomes tampil menggila.
Mereka menambah lima gol dari tiga pemain berbeda.
Dalberto yang mencetak hattrick pada menit ke-59, 70, dan 87.
Dilanjutkan Arkhan Fikri pada menit ke-78 dan Dedik Setiawan melalui kotak 12 pas menit ke-87.
Skor pun berakhir untuk kemenangan tuan rumah 7-0.
Selepas laga, Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes menyampaikan, kembalinya ke Stadion Kanjuruhan menjadi titik awal Singo Edan bermain di kandang sendiri.
Dia menilai atmosfer pertandingan seperti kemarin juga dibutuhkan Singo Edan.
”Itu akan menjadi semangat kami untuk bertanding melawan Persik Kediri Minggu nanti,” kata dia.
Ze Gomes juga memuji berbagai fasilitas yang ada di stadion.
Mulai dari sisi keamanan hingga kualitas rumput yang sudah mengalami perubahan besar.
Berangkat dari hal itu, dia berharap Aremania bisa menonton laga dengan aman dan nyaman di pertandingan berikutnya.
Kapten Arema FC Johan Farizi menambahkan, kembalinya Singo Edan ke Stadion Kanjuruhan menjadi titik balik untuk berbenah.
Sekaligus menyampaikan pelajaran agar tragedi maut 1 Oktober 2022 tidak terulang.
“Semoga pada pertandingan berikutnya bisa berjalan dengan lancar,” kata dia.
Johan juga mengaku menikmati laga amal yang berlangsung kemarin.
Apalagi bisa bertemu dengan kawan-kawan seperjuangan yang lebih dulu pensiun, tapi masih bisa menjaga stamina.
“Jadi kami lebih serius untuk bermain,” tambah dia.
Sementara itu, Ahmad Bustomi dari Arema All-Stars mengakui kualitas Stadion Kanjuruhan sudah meningkat signifikan.
Jauh berbeda dengan sebelum dilakukan renovasi.
”Kami berharap semangat penggawa Singo Edan tetap terjaga. Apalagi sudah lebih dari 15 tahun Arema FC terakhir juara liga,” paparnya. (zan/fat)
Editor : A. Nugroho