RADAR MALANG - Meski banyak mengalami peremajaan selepas renovasi, Stadion Kanjuruhan masih menyisakan pekerjaan rumah.
Rumput kandang Arema FC itu dirasa belum berada dalam level terbaik saat laga charity Kamis lalu (8/5).
Ada bagian yang belum rata dan rumputnya tercabut.
Baca Juga: Arema FC Tidak Sediakan Tiket On The Spot di Stadion Kanjuruhan Malang
Pemain tim Arema All Stars Ahmad Bustomi mengatakan, selepas digunakan 90 menit berlaga ada bagian rumput yang tidak rata.
Akibatnya, lapangan Stadion Kanjuruhan terasa bergelombang saat masuk menit-menit akhir laga charity.
”Kemungkinan akar (rumput) kurang kuat dan akhirnya mudah tercabut,” paparnya.
Berdasar pengalamannya sebagai pemain dan pelatih, saat struktur rumput kuat tidak akan mudah tercabut.
Baca Juga: Arema FC Menantikan Atmosfer Stadion Kanjuruhan
Itu karena, mampu menahan tekanan dari 22 pemain yang berlaga.
Baginya, lapangan yang bagus tidak banyak mengalami perubahan saat digunakan.
Dalam laga mempertemukan Arema FC melawan Arema All Stars itu berjalan cukup intens.
Pemain kedua tim berusaha menyuguhkan penampilan yang maksimal.
Karena itu, tekanan kepada rumput cukup kuat.
Meski begitu, mantan pemain PSMS Medan itu tidak memungkiri Stadion Kanjuruhan mengalami perubahan positif setelah renovasi.
”Banyak fasilitas baru saat ini,” paparnya.
Berdasar pengamatan wartawan koran ini di Stadion Kanjuruhan, rumput saat laga charity lalu lebih tebal.
Beberapa kali tercabut seusai pemain melakukan sprint atau berjibaku berebut bola.
Baca Juga: Dua Laga Kandang Terakhir Kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 Pakai Stadion Kanjuruhan
Sementara itu, perwakilan panitia penyelenggara laga amal Munif Bagaskara Wakid mengatakan, charity games itu bagian dari simulasi.
Klub ingin menguji fasilitas dan mekanisme keamanan di Stadion Kanjuruhan.
”Karena itu, pasti ada catatan-catatan yang ke depan jadi bahan perbaikan,” paparnya.
Harapan klub laga BRI Liga 1 Minggu nanti berjalan lancar, aman, nyaman, dan maksimal. Bakal dilakukan penilaian nanti. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho