MALANG KOTA- Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah itu bisa menjadi gambaran situasi Arema FC saat ini.
Insiden pelemparan bus Persik Kediri Minggu lalu (11/5) tidak sekadar mencoreng citra klub, tapi bisa membuat mereka dijatuhi sanksi. Mengacu regulasi BRI Liga 1 2024/2025 pasal 4 terkait keamanan dan kenyamanan disebutkan, setiap klub bertanggung jawab terhadap tingkah laku dari pemain, official, personel, fans atau penonton, selama penyelenggaraan. Klub tuan rumah diharuskan menjamin keamanan dan kenyamanan sebelum, saat pertandingan, dan setelah pertandingan.
Sebelumnya, Persija Jakarta mendapat sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat adanya insiden seusai laga lawan Persib Bandung, 16 Februari lalu. Saat itu sanksi diberikan akibat adanya korban luka-luka.
Mengganggu kenyamanan dan keamanan Tim Persib Bandung. Itu karena, terjadi penyalaan kembang api di hotel tim Persib Bandung. Sedangkan satu pemain Persib yang terluka akibat terkena lemparan setelah laga.
Baca Juga: Menpora Ungkap PSSI Peroleh Anggaran Tertinggi dalam Rangka Persiapan Menuju Piala Dunia
Saat itu, Persija didenda Rp 2.20 Juta. Lalu, harus menggelar laga tanpa penonton dalam empat laga. Ketua LOC sekaligus Ketua Panpel Arema FC Erwin Hardiyono menyesalkan kejadian pelemparan bus Persik.
Itu karena, mencoreng semangat sportivitas. Menurutnya, setelah laga pekan ke-32 itu suasana di Stadion Kanjuruhan berjalan aman dan tertib.
”Kami meminta maaf sebesarbesarnya kepada tim Persik Kediri atas adanya insiden tidak terpuji itu,” paparnya.
Erwin menegaskan, pihak panpel sejatinya sudah melakukan berbagai upaya antisipatif. Usaha itu dilakukan bersama pihak keamanan dan Aremania Utas untuk memastikan pengamanan tim tamu. Insiden pelemparan bus Persik akan dijadikan bahan evaluasi.
Baca Juga: Jordi Cruyff Resmi Jadi Penasihat Teknis PSSI, Siap Bantu Perkembangan Sepak Bola Indonesia
Erwin dan elemen panpel akan menyiapkan langkah-langkah perbaikan. Tujuannya, supaya kejadian serupa tidak pernah terulang.
Salah satu fokus evaluasi yang akan dilakukan memperkuat sistem pengamanan di laga-laga berikutnya. Khususnya, memperketat pengawasan di jalur luar stadion. Berupaya untuk meningkatkan edukasi terhadap suporter.
”Menyosialisasikan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan fair play,” katanya.
Baik itu, di dalam dan luar stadion. Baginya, yang penting dimiliki para pemain ke-12 rasa berbesar hati dengan semua hasil laga. (zan/gp)
Editor : Aditya Novrian