Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Akumulasi Kartu Kuning Mengintai Penggawa Arema FC

Galih R Prasetyo • Minggu, 18 Mei 2025 | 19:35 WIB

HARUS BERHATI-HATI: Thales Lira (atas) dan Achmad Maulana Syarif menjalani sesi latihan di ARG Soccer Field Lawang. Keduanya berpeluang absen pada laga terakhir BRI Liga 1.
HARUS BERHATI-HATI: Thales Lira (atas) dan Achmad Maulana Syarif menjalani sesi latihan di ARG Soccer Field Lawang. Keduanya berpeluang absen pada laga terakhir BRI Liga 1.

JAYAPURA- Laga melawan PSBS Biak nanti siang (13.30 WIB) bakal memberi tantangan lebih untuk tujuh penggawa Arema FC.

Lucas Frigeri, Achmad Maulana Syarif, Thales Lira, Bayu Setiawan, Julian Guevara, Arkhan Fikri, dan Salim Tuharea, berpotensi terkena akumulasi kartu kuning. Karena itu mereka bisa melewatkan laga terakhir Singo Edan musim ini. Perlu diketahui, absen satu laga menjadi sanksi untuk pemain yang terkena akumulasi kartu kuning.

Setelah melawan PSBS Biak, Arema FC dijadwalkan menghadapi Semen Padang. Laga tersebut akan berlangsung Sabtu (26/5) mendatang. Saat ini Lucas Frigeri, Arkhan Fikri, dan Salim Tuharea mengoleksi tiga kartu kuning. Sedangkan Thales Lira, Bayu Setiawan, Julian Guevara, dan Achmad Maulana sudah menerima enam kartu kuning.

Tambahan satu kartu kuning melawan PSBS Biak, dipastikan membuat mereka absen di laga selanjutnya. Kehilangan nama-nama tadi saat menjalani pertandingan pekan ke-34 nanti bakal menjadi kerugian. Itu karena, opsi pilihan pemain di skuad Singo Edan akan semakin minim.

Baca Juga: PSBS Biak vs Arema FC, Tersisa Asa Bertahan di 10 Besar Klasemen pada Laga BRI Liga 1

Seperti diketahui, Arema FC tidak bisa memainkan Johan Ahmat Farizi, Pablo Oliveira, Syaeful Anwar, Choi Bo-kyung, Wiliam Marcilio sampai akhir musim. Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes berharap pemainnya lebih berhati-hati. Khususnya dalam hal mengambil keputusan. Harus dipikir dengan matang atau tidak sembrono.

”Jangan melakukan aksi yang malah merugikan diri sendiri dan tim,” ujar pelatih berusia 48 tahun itu.

Menurutnya, Singo Edan membutuhkan semua potensi yang dimiliki klub untuk menghadapi laga terakhir. Dilihatnya, partai pemungkas musim ini berpotensi memberi tantangan yang berbeda. Meski begitu, Gomes memastikan akan menginstruksikan pemainnya untuk tetap tampil habis-habisan. Bermain maksimal, ngotot, dan menunjukkan permainan terbaik. Target tim dalam laga away nanti siang membawa pulang poin. Singo Edan ingin mengganti poin yang hilang di Stadion Kanjuruhan pada pekan ke-32 lalu.

”Tidak ada instruksi khusus, mereka (pemain) bermain seperti biasa,” kata juru taktik berlisensi UEFA Pro itu.

Baca Juga: Kena Kasus Rokok Ilegal, Nasib Manajer Arema FC Kini di Tangan Bea Cukai Pusat

Nakhoda tim asal Portugal itu sudah menyiapkan antisipasi saat kemungkinan terburuk terjadi. Dirinya dan tim pelatih akan mencari alternatif saat ada pemain tidak bisa tampil di laga selanjutnya. Contohnya, saat Arema FC kehilangan Pablo Oliveira akibat cedera. Tim pelatih mengisi pos yang ditinggalkan pemain asal Brasil itu dengan Shulton Fajar dan Samuel Balinsa.

”Karena semua pemain sudah disiapkan untuk bermain dan menjadi pengganti saat dibutuhkan,” ujar dia.

Gelandang Arema FC Julian Guevara menjelaskan, absennya pemain Arema FC akibat akumulasi kartu memang dapat memengaruhi stabilitas tim. Tapi, bukan berarti membuat kekuatan Singo Edan akan melemah.

”Arema FC dikenal sebagai tim yang tidak bergantung pada satu atau dua orang saja,” papar pemain berkebangsaan Colombia itu. (zan/gp)

Editor : Aditya Novrian
#mengintai #Arema FC #Kuning #kartu #Penggawa #akumulasi