Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Carlo Ancelotti dan Tugasnya Merevolusi Tim Brasil Hingga Juara Piala Dunia, Mainkan 5 Striker?

A. Nugroho • Senin, 19 Mei 2025 | 16:33 WIB
PELATIH JAGO: Carlo Ancelotti akan mencari solusi di tengah penurunan performa skuad Brasil.
PELATIH JAGO: Carlo Ancelotti akan mencari solusi di tengah penurunan performa skuad Brasil.

MALANG - Merevolusi skuad Brasil bukan perkara mudah. Apalagi jika targetnya adalah bersinar di Piala Dunia bahkan menjuarainya. Namun itulah yang dibebankan CBF kepada Carlo Ancelotti.


Dikenal dengan gaya Samba yang atraktif, performa Selecao saat ini bisa dikatakan jauh dari masa jayanya. Baik dari segi individu maupun dalam hal kolektivitas tim. Terbukti dari klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol. Di tengah dominasi Argentina, kini tim samba hanya mampu menguntit di posisi 4. Itu pun masih mungkin tergeser oleh Paraguay dan Kolombia.


Banyaknya pemain yang tak berada di level top Eropa diduga jadi penyebab. Era terakhir Brasil mampu memenuhi ekspektasi publik adalah ketika era akhir Marcelo dkk atau sekitar tahun 2012-2014. Masih digawangi oleh Julio Cesar di posisi penjaga gawang, ada nama seperti Maicon, David Luiz, Thiago Silva, dan Marcelo di lini belakang, Brasil tampil cukup bagus.

Apalagi saat itu gelandang seperti Oscar dan Willian sedang berjaya bersama Chelsea. Begitu pun Neymar yang kerap pamer skill dan produktif bersama Barcelona.

BUTUH LEADER: Skuas Brasil yang sangat potensial sebagai individu tapi kurang dari sisi kolektivitas.
BUTUH LEADER: Skuas Brasil yang sangat potensial sebagai individu tapi kurang dari sisi kolektivitas.

Namun meski mencapai semifinal Piala Dunia 2014, di babak itu pula skuad asuhan Felipe Scolari ini dihajar Jerman dengan skor mencolok 7-1.

Kekalahan itulah yang mungkin menandai keruntuhan Brasil. Karena sejak saat itu, apalagi ketika back bone tim seperti Silva dan Marcelo mulai menua dan Neymar juga tak konsisten, Brasil menurun. Penerus mereka seperti kehilangan semangat dan mentalitas juara yang selama ini selalu menjadi ciri khas mereka.

Lebih dari satu dekade berlalu, Brasil mencoba berubah. Bukan dengan pelatih lokal, tetapi allenatore berpengalaman asal Italia, Carlo Ancelotti.
Don Carlo, begitu pelatih yang nyaris memenangkan semua gelar Eropa ini biasa disapa, mendapat tugas yang sangat berat.


Namun Brasil tak pernah kehabisan talenta. Semua lini masih memiliki bintang-bintang yang siap bersinar di kasta tertinggi sepak bola dunia.


Lantas, bagaimanakah langkah Ancelotti dalam membenahi skuad Brasil yang seperti tak punya waktu lagi menunggu?

 

1. Memilih Pemimpin Tim
Brasil seperti kehilangan jati diri. Mereka seolah tak mampu beradaptasi dengan sepak bola modern yang makin mengandalkan kerja sama tim. Lebih dari itu, Brasil seperti kehilangan roh dan mentalitas juara. Salah satunya karena tidak adanya sosok pemimpin dalam tim. Raphinha tampaknya bisa jadi pilihan.

Apalagi saat ini performanya sedang menanjak di La Liga. Di skuad Brasil dia juga sudah dianggap pemain senior. Ada pula Allison yang sudah bertahun-tahun jadi andalan di bawah mistar. Serta Casemiro, gelandang Manchester United yang mungkin bakal dipanggil lagi untuk mengisi lini tengah Selecao.

SENIOR: Raphinha yang musim ini bersinar dengan Barcelona diharapkan mampu memimpin Brasil kembali ke performa terbaiknya.
SENIOR: Raphinha yang musim ini bersinar dengan Barcelona diharapkan mampu memimpin Brasil kembali ke performa terbaiknya.

2. Ramu Strategi Terbaik
Tampil dengan lima penyerang sekaligus memang bukan jaminan tim akan mencetak banyak gol dan memenangkan pertandingan. Namun bagaimana jika tim lawan bahkan tak sempat menyerang balik karena pressing ketat dan kontrol permainan yang dominan? Mungkin itulah yang bisa dimaksimalkan Brasil saat ini.

Bukan tidak mungkin, Ancelotti akan mengembangkan formasi 4-1-3-2 yang akan mengeluarkan eksplosivitas tim Brasil. Pemain seperti Antony, Raphinha, Matheus Cunha, hingga Vinicius Jr dan Rodrygo bukan tidak mungkin main bersama.

Dengan mengandalkan satu gelandang bertahan seperti Casemiro atau Bruno Guimaraes dan empat pemain belakang yang bertipe center back, Brasil mungkin bisa menjadi fenomena baru dunia sepak bola.

3. Skema Pertahanan
Mendatangkan pelatih Italia tentu sangat percuma bila pertahanan tak bisa dibenahi. Memang, bek-bek Brasil saat ini seperti mengalami penurunan kualitas dan performa.

Namun Ancelotti adalah pakarnya man management dan motivator handal. Pemain seperti Murillo hingga Guilherme Arana bakal dipoles hingga bisa jadi bek kelas dunia.

Tak hanya itu, sistem pertahanan Brasil yang seperti tanpa pola mungkin bisa segera dibenahi. Don Carlo selama ini memang tak punya pakem yang pasti dalam bertahan. Tapi kemampuannya beradaptasi dengan talenta-talenta baru dan memadukannya dalam sebuah tim tak bisa diragukan.

Editor : A. Nugroho
#carlo ancelotti #brasil #Pelatih