KABUPATEN - Dua gol Armia Zainul ke gawang Kuda Laut Nusantara tidak sekadar membantu Unggul FC Malang menang.
Aksi pemain berposisi pivot itu juga jadi tanda opsi pencetak gol tim masih melimpah saat paro kedua Pro Futsal League (PFL).
Pada laga sebelumnya Guntur Sulistyo, Andres Dwi, Andres Teran, G-Vin Laik, Ahmad Khoeron jadi aktor kemenangan tim.
Dalam laga PFL pekan ke-10 itu, Iksani Fajar dan Andres Dwi juga menjadi penyumbang gol tim saat mengalahkan Kuda Laut Nusantara.
Saat pertandingan itu, mereka menang 4-3.
Saat ini ada empat pemain Unggul FC Malang yang masuk daftar enam besar top skor sementara PFL.
Di antaranya, Andres Dwi Persada, Wellington Pereira, Andres Teran, dan Armia Zainul.
Pelatih Kepala Unggul FC Malang Joao Almeida melihat statistik tersebut sebagai hasil positif.
Menurutnya, semakin banyak pemain yang bisa mencetak gol, peluang menang juga semakin besar.
”Apalagi kami tidak ingin hanya bergantung pada satu atau dua pemain saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Sejak awal kompetisi Joao selalu menekankan kepada anak asuhnya untuk bermain kolektif.
Kemenangan menjadi tujuan utama.
Formula itu berhasil mendorong pencetak gol Unggul FC Malang lebih variatif.
Artinya tidak hanya bergantung satu penyerang.
Mereka yang bermain di posisi anchor juga menyumbang gol.
Satu contohnya saat melawan Cosmo JNE pada PFL pekan ke-8 Ahmad Khoeron menjadi pembuka gol tim.
Dia pemecah kebutuhan saat laga berjalan ketat.
Joao menambahkan, dirinya tidak pernah memberikan tugas khusus untuk satu pemain mencetak gol.
Baginya, semua elemen tim wajib memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol.
”Tidak hanya keempat pemain tadi, Guntur (Sulistyo) contohnya, sudah mencetak enam gol,” kata dia.
Karena itu, dia senang apabila banyak penggawanya masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak musim ini.
Itu membuktikan bahwa elemen tim selalu berjuang meraih kemenangan di setiap laga.
Harapannya, performa itu terus kembali diulangi saat PFL pekan ke-11 nanti. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho