Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cukup Satu Gol Penyerang Timnas Wales Buat Tottenham Juara Liga Europa, Manchester United Masih Berharap Bakal Terbit Cahaya

A. Nugroho • Kamis, 22 Mei 2025 | 14:47 WIB
ANGKAT PIALA: Perayaan juara Tottenham Hotspur yang memenangkan Liga Europa UEFA musim ini.
ANGKAT PIALA: Perayaan juara Tottenham Hotspur yang memenangkan Liga Europa UEFA musim ini.

MALANG – Cukup satu gol, sentuhan kecil, detail kecil, dan bang! Tottenham Hotspur meraih gelar Liga Europa UEFA. Manchester United yang melancarkan 16 tembakan dan memiliki 73 persen penguasaan bola, dibikin merana.

Tottenham mengakhiri musim mengenaskan di liga dengan trofi dan bakal mendapat bonus lolos Liga Champions musim depan. Sedangkan Setan Merah harus melongo karena nir gelar dan harus menikmati papan bawah klasemen Premier League.

Tak ada yang aneh dari deretan starting eleven kedua klub. Bertanding di Stadion San Mames di Basque, Spanyol, baik Tottenham dan MU menurunkan skuad dan formasi terbaiknya.

Spurs dengan formasi 4-2-3-1 menempatkan Vicario di bawah mistar. Sementara di depannya ada Pedro Porro, Romero, Van de Ven, dan Udogie. Di posisi gelandang, Ange Postecoglou menempatkan Bentacur dan Bissouma. Sedangkan tiga gelandang serang ditempati Johnson, Sarr, dan Richarlison yang menyokong penyerang tunggal Solanke.

MU? Mereka juga bermain dengan formasi terbaiknya. Onana sebagai kiper dengan tiga bek di depannya, yakni Yoro, Maguire, dan Shaw. Mengusung formasi 3-4-3, empat gelandang di tengah ditempati Dorgu, Bruno Fernandes, Casemiro, dan Mazraoui. Di depan, ada trio Amad, Hojlund, dan Mount.

Hanya saja, meski bermain dengan formasi yang familiar, namun pendekatan kedua pelatih ternyata berbeda dengan kebiasaanya. Ange meninggalkan garis pertahanan tinggi yang jadi ciri khasnya.

Dia melakukan pendekatan di babak final ini dengan lebih konservatif. Memang di awal laga, pressing tinggi masih dilakukan skuad The Lillywhites. Namun ketika MU justru tampil menggebrak dan melancarkan berbagai tusukan berbahaya, mereka akhirnya turun ke bawah.

Apalagi ketika di menit ke-42, Brennan Johnson, berhasil menceploskan bola liar ke gawang Onana. Penyerang Timnas Wales ini sukses melakukan sentuhan kecil usai sempat membentur lengan Shaw, bek MU. 

Onana dengan refleks dan jangkauanya, tak mampu menghalau bola pelan itu. Bola pun bergulir melewati garis. Pendukung Spurs bersorak. Ange Postecoglou dan jajaran pelatih terlihat berbinar.

Percaya atau tidak, sontekan itu adalah satu-satunya tendangan ke arah gawang yang dilakukan Spurs. Usai gol itu, Setan Merah tampil kesetanan. Mereka makin mengurung pertahanan Solanke dkk. Spurs hanya sesekali melakukan serangan balik.

Babak pertama, MU gagal menyamakan kedudukan. Babak kedua pun sama. Bahkan ‘hampir tak pernah cukup’ melekat pada upaya pemain-pemain MU. Termasuk sundulan Hojlund yang memanfaatkan kemelut di kotak penalti Spurs, sebenarnya sudah meluncur deras ke gawang yang kosong. Namun Van de Ven tiba-tiba muncul dan menghalau bola.

Percobaan terus dilakukan bahkan ketika pertandingan sudah masuki injury time. Sayangnya, tak ada gol tercipta. Spurs juara. Sementar MU tampaknya harus menyusun lagi rencana. Untuk musim depan yang sepertinya bakal kembali berat dijalani oleh mereka.

Editor : A. Nugroho
#liga europa #tottenham #mu #spurs #manchester united #Juara