MALANG KOTA - Tim pelatih Arema FC menyambut baik rencana penambahan durasi bermain untuk pemain U-22 di Liga 1. Mereka melihat, regulasi baru itu positif untuk perkembangan penggawa muda. Itu karena, tampil di kompetisi jadi salah satu wadah meningkatkan performa pemain.
”Rencana itu bagus untuk pemain muda,” kata Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro kepada wartawan koran ini kemarin.
Menurutnya, Arkhan Fikri dan Achmad Maulana Syarif menunjukkan permainan lebih positif musim ini karena hal tersebut. Dia yakin, pemain akan berkembang seiring banyaknya pertandingan.
Sebagai informasi, durasi bermain pemain U-22 akan ditingkatkan menjadi wajib 90 menit. Artinya, kontestan BRI Liga 1 harus memainkan penggawa tim dengan kriteria itu sepanjang laga. Musim lalu, pemain U-22 diwajibkan tampil selama 45 menit.
Informasi yang diterima wartawan koran dari internal klub Arema FC, hadirnya rencana itu karena permintaan PSSI. Federasi meminta operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru menambah durasi tampil pemain U-22.
Lebih lanjut, Koncoro mengatakan, regulasi anyar itu berpotensi menciptakan iklim positif bagi sepak bola Indonesia. Klub-klub akan lebih berani mengandalkan pemain muda sejak menit awal.
”Membuka peluang munculnya talenta lokal di kompetisi kasta tertinggi,” katanya.
Selain itu, juga berpeluang menambah jumlah pemain muda di skuad utama. Rata-rata klub BRI Liga 1 mengandalkan maksimal tiga pemain U-22. Arema FC tercatat punya cukup banyak pemain U-22.
Selain Arkhan dan Achmad, mereka memiliki Aswin, Iksan Lestaluhu, Salim Tuharea, dan Brandon Scheunemann musim lalu. Namun, di sisi lain Kuncoro juga khawatir dengan rencana tersebut.
Alasannya, bisa membuat pemain muda mengalami problem kaki saat diharuskan tampil 90 menit sepanjang kompetisi.
”Tetap harus dipertimbangkan bagaimana mekanismenya nanti,” tuturnya.
Karena penggawa muda harus diberi menit bermain secara bertahap. Tujuannya, supaya fisik dan mental mereka berkembang dengan maksimal. Menurutnya, pemain muda tetap harus dikelola dengan baik.
Alasannya, rentan saat diberikan tekanan atau beban yang berat sepanjang kompetisi. Berangkat dari itu, tim pelatih Arema FC tidak akan berpikir jauh terkait rencana itu. Menurutnya, diterapkan atau tidak nanti, Singo Edan sudah siap.
”Kami punya pemain-pemain muda yang siap bersaing,” katanya.
Senada dengan Kuncoro, Tiago Simoes mendukung kesempatan tampil pemain muda ditambah. Menurutnya, young guns harus merasakan trial and error dalam kariernya.
”Dari sana mereka bisa belajar dan menemukan apa yang perlu ditingkatkan,” katanya.
Terlepas dari itu, klub mempunyai akademi. Proses regenerasi harus terus berjalan untuk menghadirkan talenta-talenta baru.
(zan/gp)
Editor : A. Nugroho