MALANG KOTA - Nama besar bukan menjadi prioritas utama manajemen Arema FC dalam mencari legiun asing anyar. Mereka ingin penggawa impor memenuhi dua syarat. Di antaranya bagus secara skill olah bola dan good attitude.
General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi menjabarkan, syarat tersebut sudah diterapkan sejak musim lalu.
Menurutnya, manajemen enggan membeli kucing dalam karung. Karena, kerugian yang dirasakan bisa double saat situasi itu terjadi.
”Selain berpotensi rugi secara materi. Juga bisa mengganggu perjalanan tim,” katanya.
Mendatangkan legiun asing tidak semudah membalikkan telapak tangan. Klub harus mengurus banyak aspek dan mengeluarkan biaya tidak sedikit.
Sedangkan saat harus mengganti pemain asing di pertengahan musim, sulit mendapatkan yang langsung nyetel. Perlu waktu untuk adaptasi. Kondisi itu berpotensi membuat tim tidak semakin kuat.
Dua pertimbangan itu sebenarnya sudah Arema FC lakukan sejak musim-musim sebelumnya. Pemain-pemain yang menjadi incaran tim dinilai secara detail.
Melibatkan manajemen dan tim pelatih. Aspek skill, umumnya diukur dari track record, statistik, video pertandingan terbaru pemain asing tersebut.
Sedangkan, untuk attitude melalui tes khusus lewat sesi wawancara dan menggali bagaimana kepribadian sebelum direkrut.
”Harus diakui, cukup effort ada di aspek itu (melihat bagaimana attitude). Tapi, kami harus melakukannya,” kata pria asal Malang itu.
Menurutnya, klub beberapa kali meminta eks pemain tim mencari informasi calon rekrutan anyar. Khususnya legiun asing yang berasal dari Amerika Latin.
Contohnya, sebelum mendatangkan Charles Raphael pada kompetisi musim 2023/2024. Singo Edan sempat berkomunikasi dengan Arthur Cunha dulu.
Menurutnya, pemain-pemain asing yang saat ini mendapat perpanjang kontrak sudah memenuhi aspek itu. ”Lucas Frigeri, Thales Lira, Pablo Oliveira, dan Julian Guevara mereka bagus di luar dan dalam lapangan,” paparnya.
Saat kompetisi lalu, jadi sosok saling support penggawa lokal saat kondisi mengarungi kompetisi tidak mudah.
Senada dengan Inal, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro menjelaskan, kriteria itu sangat penting dimiliki pemain.
”Kalau mereka pemain bagus (dari aspek skill dan attitude) pasti bisa beradaptasi dengan cepat dengan tim,” katanya.
Karena, saat bergabung dengan Singo Edan punya keinginan kuat berprestasi. Alhasil, selalu bekerja keras. Tanpa diutus menambah latihan sendiri.
Menurutnya, Lucas Frigeri, Thales Lira, Julian Guevara, Pablo Oliveira, punya pelatih fisik khusus demi selalu bugar sepanjang musim. Mereka juga selalu all out saat latihan.
Kuncoro menjabarkan, syarat tersebut tidak hanya berlaku untuk pemain asing. Penggawa lokal yang direkrut harus memenuhi aspek tersebut.
”Karena itu, tim tidak pernah melihat nama besar pemain. Arema FC dibangun dengan keluarganya yang kuat,” katanya. (gp)
Editor : A. Nugroho