RADAR MALANG - Portugal akhirnya menjuarai Liga Negara atau Nations League 2025. Mereka sukses mengandaskan Spanyol di partai final lewat babak adu penalti dini hari tadi (9/6). Kegemilangan Portugal menandai era Cristiano Ronaldo alias CR7 yang berusia 40 tahun belum benar-benar berakhir. Bahkan ketika tantangan dari generasi baru seperti Lamine Yamal dan Pedri terus berdatangan, lima kali peraih Ballon D'Or tersebut masih bisa mengatasinya. Dia bahkan mencetak satu gol di pertandingan ini.
Bermain di Allianz Arena, kedua tim sama-sama memainkan permainan yang agresif dengan formasi identik, 4-3-3. Portugal yang diarsiteki pelatih Spanyol, Roberto Martinez sebenarnya sempat tertinggal melalui gol Martin Zubimendi di menit ke-21. Namun hanya berselang 5 menit, full back Portugal Nuno Mendes berhasil menyamakan kedudukan.
Namun lagi-lagi La Roja berhasil unggul di akhir babak pertama melalui striker mereka Oyarzabal. Penyerang yang bermain untuk Real Sociedad ini berhasil menceploskan bola ke gawang Diogo Costa usai meneruskan umpan cantik Pedri.
Namun Portugal belum menyerah. Masuk babak kedua, intensitas mereka tingkatkan. Hingga di menit 61, Cristiano Ronaldo mampu kembali menyamakan kedudukan, 2-2.
Skor bertahan hingga pertandingan berakhir. Laga kemudian dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu, 2x15 menit.
Namun bermain lebih konservatif, Portugal yang cenderung bertahan sangat sulit dibobol. Sementara Portugal yang memasukkan sejumlah pemain bertipe menyerangnya, termasuk Merino dan Morata belum mampu menunjukkan performa gemilang.
Masuk babak penalti, nama terakhir bahkan membuat Spanyol gigit jari. Tendangan eks pemain Real Madrid dan Chelsea itu berhasil ditepis kiper Diogo Costa. Hal itulah yang memuluskan Portugal menjuarai Liga Negara, karena Ruben Neves penendang terakhir mereka berhasil menuntaskan tugasnya.
Semua pemain bersorak. Termasuk CR7 yang sejak digantikan di akhir babak kedua oleh Goncalo Ramos, hanya bisa harap-harap cemas dan berdoa di bench pemain.
Gelar ini menjadi bukti bahwa Portugal merupakan raja turnamen. Meski kadang permainannya jauh dari kata memuaskan bagi penggemar, namun mereka selalu berhasil melangkah jauh bahkan memenangkan kompetisi.