ATLET Hapkido menjadi yang pertama bertanding di Porprov IX Jawa Timur 2025. Pertandingan dari cabor tersebut dijadwalkan mulai hari ini (9/6). Setelah kemarin dilakukan proses screening atlet.
Berlaga sebelum opening ceremony Porprov IX Jawa Timur tidak terjadi begitu untuk cabor Hapkido. Perubahan jadwal menjadi penyebabnya. Rencana awalnya, atlet seni bela diri asal Korea Selatan itu baru berlaga pekan depan.
Meski berlaga lebih cepat, kontingen Hapkindo Malang Raya sudah siap. Salah satunya, Hapkindo Kota Malang. Mereka sudah menyiapkan antisipasi dari situasi tersebut.
Pelatih Kepala Hapkido Kota Malang Fandy Alfian Chaniago mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar perubahan tersebut pada akhir Mei lalu. Informasi tersebut bersamaan dengan perubahan venue. Semula laga dari cabor itu akan dilangsungkan di Kota Malang, lalu berpindah ke GOR Kanjuruhan.
”Tidak dimungkiri perubahan itu tentu membuat kami harus menyesuaikan berbagai hal,” paparnya. Mulai dari program latihan, fisik, strategi sampai kesiapan mental. Tapi, dia memastikan semangat anak asuhnya tidak kendur menghadapi kondisi tersebut
”Kami tetap berlatih dengan penyesuaian dan profesional,” ujar dia. Persiapan mereka untuk Porprov Jatim sudah dilakukan sejak September tahun lalu.
Dalam sepekan ini, Fandy memberikan sejumlah treatment latihan untuk meningkatkan psikis sekaligus mengurangi rasa khawatir cedera. Seperti, melakukan meditasi, yoga sampai hypnotherapy.
Selain itu, pihaknya juga melakukan adaptasi venue. Tujuannya, sebagai usaha untuk penyesuaian dengan tempat bertanding. Dirinya, memanfaatkan hari Sabtu (7/6) dan Minggu (8/6) untuk melakukan usaha itu.
Fandy optimistis bisa meraih target lima medali emas di Porprov Jatim IX 2025 nanti. Dia melihat, kesiapan timnya jauh lebih baik dibandingkan kontingen lain.
”Semoga kami bisa membawa medali emas sebanyak-banyaknya,” terang dia.
(zan/gp)
Editor : A. Nugroho