KABUPATEN - Hijrahnya Charles Lokolingoy tidak sekadar membuat Arema FC kehilangan penyerang. Kepergian penyerang asal Australia itu diprediksi membuat Singo Edan kembali memainkan tiga penyerang di kompetisi musim depan. Skema 4-3-3 menjadi dasar formasi yang bisa digunakan.
”Kalau melihat situasinya, mungkin kami tidak lagi bermain dengan dua penyerang seperti sebelumnya (4-4-2),” kata Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro.
Menurut pelatih berlisensi A AFC itu, skema musim lalu tidak bisa dipaksakan saat tim tidak mempunyai karakter penyerang yang sama.
Dilihatnya, Dalberto dan Lokolingoy saling melengkapi saat bermain bersama. Hal itu membuat lawan kesulitan membendung serangan Singo Edan.
Berdasar catatannya, duet kedua pemain itu menyumbang setengah gol yang diciptakan Arema FC di BRI Liga 1 2024/2025. Selain itu, kerap memberi kreasi gol untuk tim.
Perlu diketahui, Lokolingoy menorehkan 10 gol dan delapan assist. Sementara Dalberto menciptakan 15 gol dan empat umpan gol. Arema FC dalam 34 laga menorehkan 53 gol. Mantan pemain Persija Jakarta itu melihat, menggunakan tiga penyerang mempunyai sejumlah kelebihan.
Salah satunya, tim mempunyai lebih banyak opsi penyerang. Khususnya, saat masuk sepertiga pertahanan lawan.
”Skema itu mungkin juga akan meningkatkan produktivitas gol kami,” tuturnya. Karena akan lebih banyak pemain di area pertahanan lawan. Apalagi full back juga bisa ikut naik ke depan.
Meski begitu, menjalankan skema itu harus ditunjang kreator serangan yang handal. Tujuannya, untuk menghadirkan kreasi serangan yang baik dan maksimal.
Tiga penyerang sulit maksimal tanpa kehadiran sosok tersebut. Peran pemain bertipe playmaker juga untuk mengatur tempo permainan.
Tim mempunyai nakhoda untuk mengatur permainan cepat dan lambat. ”Pemain tipe itu juga membuat kami bisa memanfaatkan transisi (dari bertahan dan menyerang),” katanya. Terlepas dari itu, Arema FC juga memiliki tipe gelandang yang mampu menunjang skema itu.
Di antaranya, Arkhan Fikri, Jayus Hariono, Pablo Oliveira, Shulton Fajar, Julian Guevara. Mereka bisa menjadi filter pertahanan saat tim terkena serangan balik. Meski begitu, Kuncoro melihat, semua keputusan permainan tim tergantung pelatih kepala.
Artinya, penentu bagaimana skema permainan ditentukan sosok tersebut. Seperti saat tim mengubah skema 4-2-3-1 menjadi 4-4-2.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, manajemen akan mendukung skema permainan tim. Caranya, dengan mendatangkan pemain yang dibutuhkan tim.
”Kami akan mendengarkan saran dari mereka untuk rekrutan anyar,” katanya. Dia sadar, elemen tim harus saling support. Tujuannya untuk menghadirkan tim yang solid dan kompetitif. Harapannya, Singo Edan mencatatkan prestasi yang lebih baik dari musim lalu.
Saat ini Arema FC dikabarkan mulai mendekati sejumlah penyerang. Di antaranya, Gustavo Tocantins, Murilo Mendes, sampai Jaime Moreno. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho