MALANG RAYA - Persiapan akhir jelang pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur terus dilakukan tiga pemda di Malang Raya. Terbaru, ada delapan venue cabang olahraga (cabor) yang dipastikan bergeser. Dua di antaranya dipindah ke luar Malang Raya (selengkapnya baca grafis).
”Cabor Futsal yang sebelumnya di GOR UIN Malang harus dipindah karena di sana ada penerimaan mahasiswa baru,” terang Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi. Cabor futsal rencananya akan digelar di GOR Ken Arok. Dengan futsal menggunakan GOR Ken Arok, ada satu cabor yang harus berpindah. Yakni cabor wushu.
”Sebelumnya wushu menggunakan GOR. Karena futsal dipindah ke sana, akhirnya wushu akan menggunakan venue di Lanal Malang,” papar Baihaqi. Meskipun belum dilakukan prosesi pembukaan, dia menyebut sudah ada cabor yang bertanding. Seperti cabor Hapkido, yang digelar pekan lalu.
Kemudian yang terdekat adalah cabor basket. Pertandingan pertama akan digelar hari ini (14/6). ”Untuk upacara pembukaan sudah siap 100 persen. Nanti menggunakan Stadion Gajayana. Kami akan tampilkan pertunjukan drone yang atraktif. Untuk bintang tamu utamanya yakni Gilga Sahid,” tambah Baihaqi. Persiapan untuk acara seremonial itu juga dikebut. Tribun di stadion itu masih dicat.
Prosesnya ditarget rampung pada 15 Juni, agar persiapan pembukaan Porprov pada 28 Juni berlangsung lancar. Sebelumnya, memasuki awal Juni, ada tiga venue di Kota Malang yang masih diperbaiki. Selain di Stadion Gajayana, juga ada pengerjaan di GOR Ken Arok dan Velodrome.
Untuk dua nama terakhir, renovasi sudah selesai dan siap digunakan untuk menggelar pertandingan. Kini, pihaknya tinggal menunggu finalisasi renovasi Stadion Gajayana. ”GOR sudah siap dan velodrome diperbaiki tetapi skalanya kecil. Untuk Stadion Gajayana tinggal pengecatan,” kata Baihaqi.
Dia memastikan tidak ada pengerjaan lagi saat upacara pembukaan tanggal 28 Juni mendatang. Persiapan venue sudah 100 persen ketika seluruh kontingen sudah ada di Kota Malang. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta event Porprov bisa memberi dampak pada sektor ekonomi. Sebab, anggaran yang digelontorkan dari APBD Kota Malang cukup banyak. Mencapai Rp 64 miliar. ”UMKM harus diberdayakan, masyarakat sekitar harus merasakan dampak porprov,” kata dia.
Di tempat lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang M. Hidayat memastikan semua venue untuk Porprov sudah dibenahi. Termasuk disiapkan infrastruktur pendukungnya. Total ada 31 cabor yang akan bertanding di Kabupaten Malang.
Terdapat beberapa venue yang digunakan untuk lebih dari satu cabor. Misalnya Bendungan Lahor di Kecamatan Sumberpucung. Lokasi itu akan digunakan untuk enam cabor. Yakni dayung canoeing, dayung rowing, dayung TBR, triathlon, akuatik - renang perairan terbuka, dan senam laut.
Ada yang Dipindah ke Jember dan Blitar
Pemkab juga mencatat ada dua cabor yang venue-nya bergeser ke luar Malang Raya. Yakni cabor berkuda dan gantole. Berkuda akan dilaksanakan di Kabupaten Blitar pada 19 sampai 22 Juni. Sementara cabor gantole akan dilaksanakan di Kabupaten Jember pada 28 hingga 5 Juli.
Hidayat menyebut, Kabupaten Malang sebenarnya memiliki arena berkuda. Namun arena tersebut membutuhkan biaya pembenahan yang sangat besar. ”Venue tersebut harus dilakukan pembenahan. Mulai dari landasan pacu hingga kandang kuda. Biayanya diperkirakan mencapai angka miliaran, sehingga tidak memungkinkan,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Karena itu, diputuskan bahwa pelaksanaan pertandingan berkuda di Arena Pacuan Kuda, Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Menurut Dayat, arena tersebut sudah sering menjadi tempat bertanding.
Sedangkan, cabor gantole sebenarnya disiapkan di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Pantai tersebut dinilai sudah memiliki fasilitas berstandar nasional. Namun, Dayat menyebut, pada awal Juli arah angin di pantai tersebut berubah menjadi berlawanan dengan arah gerak gantole.
Informasi itu dia dapat dari pemerintah desa setempat. Karen itu, dikhawatirkan para atlet kesulitan terbang dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, dipilih alternatif venue di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. ”Namun, di sana ada lahan luas milik warga, tapi ditumbuhi tebu. Akhirnya ada penolakan dari warga,” imbuhnya.
Setelah berbagai pertimbangan, venue untuk cabor gantole dipindah ke Bandara Notohadinegoro, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Dia menyebut bahwa penyelenggaraan dua cabor di luar wilayah Kabupaten Malang tersebut di luar tanggung jawab Dispora Kabupaten Malang.
Di Kota Batu, total ada pertandingan dari 18 cabor yang akan tersaji. ”Ada beberapa perubahan venue cabor setelah kami lakukan evaluasi,” kata Ketua KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi. Yang pertama yakni venue di Stadion Brantas yang semula menjadi lokasi pertandingan Horseback Archery (HBA). Kini berubah menjadi venue untuk cabor sepak bola putri.
Sebelumnya, cabor sepak bola putra rencananya juga bakal digelar di Stadion Brantas. Namun sudah dipindah ke Lapangan Universitas Negeri Malang (UM) dan Stadion Kanjuruhan. Sementara itu, venue cabor HBA akan bergeser ke Bukit Bintang.
Kemudian cabor catur yang semula ditetapkan di Pasar Induk Among Tani Batu bergeser ke Gedung Graha Pancasila. Selanjutnya ada cabor Mountain Bike (MTB) yang semula di Klemuk Bike Park kini digeser ke Panderman Gravity Park.
”Pertandingan di Kota Batu akan dimulai pada 19 Juni dan berakhir pada 5 Juli,” imbuhnya. Sentot memastikan pemilihan venue sudah disesuaikan dengan kapasitas dan standar pertandingan yang diharapkan KONI Jatim. Terlebih perbaikan venue juga sudah dilakukan. ”Target kami H-seminggu sudah layak dan siap 100 persen,” tegas dia.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menambahkan, upaya akselerasi penuntasan perbaikan venue sudah dilakukan. Utamanya untuk venue yang berada di luar ruangan alias outdoor. Seperti cabor grasstrack di Sirkuit Jalur Lintas Barat (Jalibar). Penyempurnaan venue telah dilakukan dengan pembuatan sejumlah obstacle yang sesuai dengan standar Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Heli menyebut, rata-rata kesiapan venue sudah menyentuh 95 persen. Proses finalisasi akan dituntaskan pekan ini. ”Kemarin sudah kami lakukan pengecekan tahap akhir, Alhamdulillah semuanya sudah dinyatakan layak dan siap,” tuturnya.
Pria yang asli Desa Sumberbrantas itu mengaku telah menugaskan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menjadi manajer di masing-masing venue. ”Kami minta bagi semua kecamatan, desa, dan kelurahan serta pelaku usaha untuk merilis dukungan melalui bando, baliho, banner,” pungkasnya. (adk,yun,ori/by)
Editor : A. Nugroho