RADAR MALANG – Meski terus dirumorkan diincar sejumlah klub Serie A dengan transfer fantastis, namun bek sekaligus kapten Timnas Indonesia Jay Idzes belum memutuskan ke mana dia akan berlabuh musim depan.
Bahkan dengan fakta bahwa Jay Idzes masih menyisakan dua tahun kontrak sampai Juni 2027, bukan tidak mungkin dia akan bertahan di Venezia meski harus kembali bermain di Serie B.
Lalu seperti apa sebenarnya peluang masa depan Bang Jay? Berikut ulasan Jawa Pos Radar Malang melihat perkembangan yang ada saat ini.
- Gabung dengan Paolo Vanoli di Torino
Siapa orang yang paling berjasa membawa Jay Idzes ke persepakbolaan Italia? Paolo Vanoli adalah jawabannya. Pelatih 52 tahun ini tahu betul kualitas Idzes sejak dia bermain di Eredivisie bersama Go Ahead Eagles. Dialah orang yang membawa pemain 25 tahun ini ke Kota Venesia tahun 2023 lalu dan melihat potensi Idzes sebagai bek jempolan.
Tahun lalu, saat Vanoli digaet Torino, dia sebenarnya sangat menginginkan Jay. Namun transfer itu urung terlaksana karena sejumlah hal. Dengan performa yang ditunjukkan Jay musim lalu, maka tak heran Vanoli begitu ngebet meminta Torino mendatangkannya.
Menilik lamanya mereka berkolaborasi, maka duet Vanoli-Idzes dipastikan bakal cocok. Idzes tak perlu menyesuaikan diri lagi. Apalagi dalam menghadapi liga seketat Serie A.
- Bologna dan Ambisinya di Serie A dan Eropa
Inilah klub yang paling prospektif di Serie A. Dengan ambisi besar bukan hanya di Serie A, melainkan juga Eropa musim depan, maka Rossoblu jelas butuh kedalaman skuad.
Dalam transfer kali ini, peluang bergabungnya Jay Idzes ke Juara Coppa Italia 2025 ini sangat mungkin terjadi. Apalagi mereka hanya punya Lucumi dan Beukema yang rutin bermain.
Jay bisa mengganti atau bahkan menggeser salah satu di antaranya. Dengan tipe stopper yang bisa berperan sebagai ball playing defender, Idzes bakal naik kelas di klub yang berbasis di Emilia Rogmana ini.
- Zebra Kecil yang Kehilangan Bek tapi Banyak Opsi
Saga transfer ini muncul kabarnya karena koran lokal di Udine memberitakan klub akan menebus dan memecahkan rekor demi Jay Idzes. Namun sejauh ini belum ada pendekatan resmi yang dilakukan. Setidaknya yang tercium media sampai sejauh ini.
Baru saja kehilangan Jaka Bijol yang hijrah ke Leeds United dengan mahar 25 juta euro, Udinese jelas butuh pengganti. Namun Udinese kabarnya justru semakin dekat dengan bek bebas transfer Nicolo Bertola dari Spezia.
Dibanding Jay Idzes, kedatangan Bartola yang gratisan sepertinya akan lebih diprioritaskan. Apalagi Jay kabarnya dihargai Venezia tak kurang dari 20 juta euro. Namun demikian, peluang transfer Bang Jay ke Zebra Kecil belum sepenuhnya tertutup.
- Sang Ular Ingin Regenerasi
Klub dengan ranking tertinggi yang menginginkan Jay Idzes adalah Inter Milan. Opsi ini tampaknya bisa dipilih daripada harus bermain di Serie B bersama Venezia. Jay bisa bermain dengan bek-bek tangguh seperti Acerbi maupun Bastoni.
Apalagi klub berjuluk Il Biscione atau Sang Ular ini membutuhkan renegerasi. Acerbi yang tahun ini berusia 37 tahun jelas membutuhkan deputi.
Meski masih bisa menunjukkan performa brilian, namun bek Italia ini tentu tak bisa lagi bermain penuh selama semusim. Umur tak mungkin bohong. Apalagi, Stefan de Vrij bek mereka yang lain kerap dibekap cedera.
Dengan peluang hengkangnya Yann Aurel Bisseck, bek 24 tahun yang sebenarnya diharapkan untuk masa depan klub, Inter Milan membutuhkan back up plan untuk lini belakangnya. Bisseck kabarnya dibidik sejumlah klub dari Liga Inggris dan bisa mendatangkan banyak uang bagi Inter.
Di sinilah Idzes bisa mengisi kekosongan itu. Dengan usianya saat ini, maka pemain kelahiran Mierlo, Belanda ini masih bisa berkembang dalam 4-5 tahun ke depan. Apalagi dia sudah terbukti mampu berduel dengan striket elit seperti Romelu Lukaku dan Dusan Vlahovic musim lalu.
Bagaimana keputusannya? Hal ini tergantung bagaimana Jay Idzes akan menimbang bagaimana masa depannya akan dilanjutkan. Peluang starter di Venezia adalah jaminan.
Namun konsekuensinya, level kompetisi di Serie B jelas tak seketat Serie A. Sementara jika pindah, apalagi ke klub besar, dia harus berani bersaing dengan talenta-talenta terhebat di dunia.
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang