RADAR MALANG - Klub-klub Liga 1 makin keras bersaing memperebutkan pemain Timnas Indonesia yang sebelumnya bermain abroad di luar negeri. Para pemain itu diduga sangat tertarik bergabung dengan klub dan berlaga di kasta teratas kompetisi bola di Indonesia.
Bukan hanya soal atmosfernya yang luar biasa, tetapi juga daya tarik finansial dan potensi menit bermain yang terbuka lebar.
Beberapa klub menunjukkan ketertarikan pada penggawa Timnas. Terutama mereka yang saat ini berstatus bebas transfer.
Thom Haye sang Metronom
Nama teratas ada, Thom Haye. Tak lagi diperpanjang Almere City yang degradasi ke Eerste Divisie. Padahal Sang Profesor, tampil cukup baik selama membela klub yang berbasis di Kota Almere itu. Total dia bermain dalam 30 laga di semua kompetisi dengan sumbangan 2 assist. Dimainkan agak ke belakang, Thom menjadi mesin penggerak tim.
Dengan usia 30 tahun sebenarnya dia masih bisa bermain di Eropa, satu atau dua musim ke depan. Namun tampaknya magnet klub Indonesia seperti Persija Jakarta sangat kuat.
Jika bermain untuk klub ibukota, dia jelas akan menjadi idola baru bagi The Jakmania. Dengan suporter yang militan, Thom akan mendapat sorotan utama dan bakal menjadi jenderal lini tengah klub yang identik dengan warna oranye tersebut.
Hanya saja, untuk merekrut Thom, Persija harus menyediakan dana cukup besar. Diperkirakan kontrak Thom Haye berkisar Rp 5-7 miliar setahun.
Justin Hubner yang Makin Nyaman di Indonesia
Menariknya, Thom tak sendiri. Persija juga dirumorkan tertarik dengan salah satu bek andalan Timnas, Justin Hubner.
Usai hengkang dari Wolverhampton, Hubner belum juga punya klub. Memang ada kabar yang menyebut beberapa klub Championship tertarik merekrutnya. Namun belum ada yang serius.
Di sinilah, Persija tampaknya melihat ada peluang. Jika semesta mendukung dan kontraknya sesuai, maka bukan tidak mungkin bek kelahiran Hertogenbosch, 21 tahun lalu ini bergabung dengan The Jak dan bermain di Liga 1 Indonesia.
Bergabungnya bek setinggi 187 ini bakal memperkokoh lini belakang mereka untuk berkompetisi di liga musim depan.
Pulihkan Kapasitas Nathan Tjoe A On
Selain dua nama itu, Nathan Tjoe A On yang kabarnya diputus kontrak oleh Swansea City kabarnya diminati Bhayangkara FC. Belum ada informasi mendalam terkait transfer ini.
Namun jika itu terjadi, tentu akan menguntungkan kedua belah pihak. Nathan akan bisa meningkatkan menit bermainnya. Sementara Bhayangkara mendapat suntikan tenaga hebat di sisi kiri. Nathan bahkan juga mampu mengisi posisi di lini tengah bila dibutuhkan.
Striker Muda yang Butuh Jam Terbang
Satu lagi pemain yang jadi prospek panas untuk bursa transfer Liga 1 ada nama Rafael Struick. Pemain ini jarang mendapat kesempatan bermain di Australia, bersama Brisbane Roar. Tercatat hanya sekali striker Timnas berusia 22 tahun ini mendapat kesempatan. Selebihnya, dia bahkan tak pernah masuk daftar susunan pemain.
Mantan pemain Ado den Haag tersebut seperti kesulitan beradaptasi di A League dan tak bisa mengeluarkan bakatnya dengan maksimal.
Dua klub Liga 1, yakni Bali United dan Persib Bandung dirumorkan tertarik mendatangkannya. Struick dianggap sangat pantas menjadi penopang lini serang dan berpotensi sebagai investasi jangka panjang.
Dengan usia yang masih muda, Rafa juga diharapkan bisa lebih berkembang jika mendapatkan peluang untuk menjadi starter. Dengan catatan, dia tak boleh berpuas diri dan terus menjaga kedisiplinan dalam latihan maupun kehidupan sehari-harinya.
Lalu, siapa di antara pemain-pemain ini yang bakal benar-benar bergabung di Liga 1? Atau mereka tetap memutuskan bermain di Eropa atau liga-liga Asia lainnya?
Editor : A. Nugroho