SEBANYAK 27 kontingen panahan dari sejumlah wilayah di Jawa Timur siap berlaga di Porprov IX hari ini. Atlet dari cabor tersebut akan berlaga di Lapangan Ajendam V/Brawijaya mulai 30 Juni sampai 4 Juli. Dalam technical meeting kemarin, para atlet dibekali terkait regulasi, nomor berlaga, sampai gambaran venue.
Nanti akan ada 22 nomor yang dipertandingkan. Jumlah nomor tersebut terbagi untuk kategori putra, putri dan campuran. Dari 27 kontingen itu, sebanyak 353 atlet bakal saling memperebutkan medali emas, perak dan perunggu. Mereka yang meraih medali berkesempatan untuk mewakili Jawa Timur berlaga di ajang PON.
Technical Delegate Panahan Porprov IX Jatim Eka Bayu Budi mengatakan, dari Technical Handbook (THB) yang dikeluarkan, hanya ada sedikit perubahan. Hal itu menandakan bahwa banyak kontingen yang sepakat atas regulasi.
”Itu menunjukkan bahwa aturan main di panahan masih tetap sesuai dengan aturan World Archery Rules Book,” ujar dia. Baik jumlah nomor, aturan-aturan dasar sampai perhitungan poin tetap. Aturan tersebut juga bertujuan supaya pemanah amatir di Porprov mematuhi regulasi dan kode etik yang tertera.
Dalam technical meeting kemarin, terdapat sedikit revisi untuk menyesuaikan garis tunggu dan garis peralatan. Sebelumnya, posisi peralatan panahan berada di belakang berdirinya pelatih. Hal itu membuat pemanah kesulitan jika mengambil alat.
”Kami lalu mengubah posisi peralatan di depan pelatih, agar lebih mudah,” ujarnya. Hal tersebut disepakati oleh seluruh kontingen. Dia melihat, perubahan tersebut dilakukan untuk memudahkan atlet selama kejuaraan.
Bayu berharap, agar cabor panahan bisa menghelat perlombaan dengan lancar. Dia juga menegaskan agar nilai-nilai sportivitas bisa dijunjung tinggi semua kontingen. Sekaligus diskusi terbuka dengan berbagai pihak apabila terjadi kesalahpahaman. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho