MALANG - Keberhasilan Shorinji Kempo Kota melampaui target medali di Porprov IX Jatim 2025 tidak didapatkan dengan cara instan. Mereka memperoleh enam emas, satu perak dan empat perunggu melalui latihan khusus. Para atlet disiapkan selama satu tahun sebelum kejuaraan.
Pelatih Shorinji Kempo Kota Malang Daffa Affif mengatakan, selama setahun cabor mempersiapkan semua modal untuk berprestasi di kejuaraan. Mulai dari pemilihan pelatih yang diisi eks atlet Puslatda dan PON. Lalu penjaringan atlet dari belasan dojo di Kota Malang.
”Dari atlet yang ikut Puslatkot (Pusat Latihan Kota), kami berikan latihan khusus,” katanya. Dia meningkatkan level latihan atlet sepertinya layaknya tengah bersiap untuk ikut PON. Itu membuat atlet-atletnya berlatih selama lima sampai enam jam setiap harinya.
Program itu menjadikan Atlet Kempo Kota Malang punya fisik yang lebih kuat. Anak asuhnya tidak pernah tampil ngos-ngosan saat tampil sehari penuh. Alhasil, mampu berlaga dengan konsisten dan menunjukkan performa yang baik.
Karena itu, banyak atlet yang meraih lebih dari satu medali di Porprov Jatim tahun ini. Performa itu membuat mereka melampaui target awal meraih dua emas, satu perak, dan dua perunggu yang. ”Dengan hasil tersebut (sebelas medali) kami sangat puas,” ujarnya.
Ke depannya Daffa bakal mencari atlet anyar. Dia perlu melakukan regenerasi sebagai antisipasi sejumlah atlet andalan tidak bisa berlaga di Porprov Jatim selanjutnya. Sedangkan atlet yang masih bisa berlaga akan terus diasah kemampuannya.
Dengan raihan sebelas medali itu, Atlet Kempo Kota Malang akan mendapat reward liburan selama dua pekan. Waktu tersebut dinilai cukup untuk mengistirahatkan fisik dan mental supaya kembali fresh. Baru kemudian, kembali berlatih rutin untuk menyiapkan kejuaraan selanjutnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho