Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persaingan Ketat, Arema FC Punya Enam Bek Tengah, Siapa yang Jadi Starter?

Galih R Prasetyo • Senin, 7 Juli 2025 | 04:22 WIB
HARUS KERJA KERAS: Odivan Koerich (kiri) berusaha menggiring bola dalam sesi latihan di Lapangan Sepak Bola Universitas Brawijaya pada 30 Juni lalu.
HARUS KERJA KERAS: Odivan Koerich (kiri) berusaha menggiring bola dalam sesi latihan di Lapangan Sepak Bola Universitas Brawijaya pada 30 Juni lalu.

BANDUNG - Center back alias bek tengah Singo Edan perlu kerja keras untuk mendapatkan kesempatan bermain. Itu menyusul, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos punya banyak pilihan amunisi di sektor itu. Dia bisa memainkan dua stopper asing atau tiga pemain belakang dengan kombinasi lokal dan asing.

Komposisi pemain di jantung pertahanan Singo Edan di Piala Presiden 2025 bisa dibilang cukup variatif dan fleksibel. Tim pelatih leluasa menerapkan strategi yang dia inginkan. Itu karena, ada tujuh pemain yang bisa mengisi posisi tersebut.

Sosok tersebut di antaranya, Yann Motta, Odivan Koerich, Thales Lira, Julian Guevara, Bayu Aji, Anwar Rifai, sampai Brandon Scheunemann. Nama terakhir itu, tengah mengikuti pemusatan latihan Timnas U-23. Jumlah legiun asing tersebut lebih banyak dibandingkan musim lalu.

Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro mengatakan, melimpahnya pemain di sektor itu dan persaingan ketat yang bakal terjadi merupakan hal bagus. Tim pelatih mempunyai banyak opsi menurunkan penggawa. ”Kami bisa memilih siapa yang terbaik (sesuai strategi) dan kondisinya paling bugar,” tuturnya.

Menurutnya, saat tidak banyak pilihan pemain di sektor itu akan membatasi strategi yang diterapkan. Contohnya musim lalu, dua stopper lokal mengalami masalah lutut dan Choi Bo-kyung tidak bermain untuk tim sampai kompetisi selesai. Akibatnya, tim pelatih harus putar otak saat ada center back berhalangan tampil atau cedera.

Kondisi itu sedikit banyak mereduksi kekuatan tim serta membuat usaha menang di sejumlah laga semakin sulit. Singo Edan tercatat kemasukan 31 gol dalam 17 laga putaran kedua. Selama waktu itu, merasakan delapan kekalahan dan lima kemenangan.

Mantan pemain Persija Jakarta itu melihat, terkait persaingan antar pemain untuk berlaga merupakan hal normal. Di sebuah tim harus terjadi situasi seperti itu. Alasannya, bisa mendorong penggawa tim untuk terus berkembang dan meningkatkan performanya.

”Semakin kompetitif di sesi latihan, akan bagus untuk tim,” terang pelatih berlisensi AFC A itu. Menurutnya, hal tersebut tidak sekadar diperlukan untuk posisi center back. Lebih jauh, juga posisi-posisi lain di skuad Singo Edan.

Saat ini setiap posisi berisi minimal dua pemain bagus. Mulai dari lini belakang sampai depan.

Kuncoro menjelaskan, setiap pemain perlu selalu dalam kondisi yang siap 100 persen. Saat dibutuhkan bisa langsung memberi performa terbaiknya. ”Kompetisi musim depan bakal panjang. Kami harus siap menghadapi semua situasi,” terangnya.

Di tempat terpisah, Odivan mengatakan, komposisi skuad Arema FC bagus. Berisi pemain-pemain yang berkualitas. ”Tim ini butuh performa terbaik semua pemain untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya. Dia akan berusaha bermain positif setiap diberikan kepercayaan tampil. (zan/gp).


Komposisi Lini Belakang Arema FC
Kiper
Lucas Frigeri
Ady Satryo
Andrian Casvari

Center Back
Thales Lira
Odivan Koerich
Yann Motta
Anwar Rifai
Bayu Aji
Anwar Rifai
Brandon Scheunemann

Full Back Kanan
Achmad Maulana Syarif
Achmad Figo
Bayu Setiawan
Rifad Marasabessy

Full Back Kiri
Johan Ahmat Farizi
Iksan Lestaluhu

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #piala presiden #bek #Singo Edan