EVALUASI bakal dilakukan Kontingen Kota Malang setelah belum berhasil memenuhi target medali di Porprov IX Jatim 2025. Mereka akan menggali dan menelusuri akar penyebab situasi itu terjadi. Khususnya di cabor yang tidak memenuhi target medali KONI Kota Malang.
Cabor yang berpotensi menjadi sorotan, Atletik, Renang, dan Selam. Dalam Porprov Jatim lalu, atlet dari cabang olahraga itu belum menunjukkan performa maksimal.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan, ketiga cabor itu sejatinya dapat menjadi sumber medali. Itu menyusul, Kontingen Kota Malang banyak menurunkan atlet di sana. ”Atletik itu ada 46 nomor yang dilombakan, sementara renang dan selam ada lebih dari 50 nomor,” ujarnya.
Dari nomor tersebut, Kontingen Kota Malang berhasil menorehkan 19 medali di cabor atletik. Perinciannya, empat emas, tujuh perak dan delapan perunggu. Sementara perolehan medali gabungan cabor renang kolam dan selam total 19 keping.
Jumlah itu terbagi atas, tujuh emas, lima perak dan tujuh perunggu. Diikuti gabungan selam renang dan laut yang memperoleh tiga perak dan satu perunggu.
Menurutnya, target yang dibebankan di masing-masing cabor itu tujuh medali emas. Itu menyusul, mempunyai sarana dan prasarana memadai selama persiapan.”Karena hasil tersebut, kami perlu melakukan pembinaan secara dini (lebih maksimal),” katanya.
Dia melihat, persiapan lebih awal membuat atlet-atlet di tiga cabor itu bisa lebih kuat di Porprov Jatim selanjutnya. Pembinaan itu akan ditunjang dengan penjaringan atlet terbaik.
Harapannya, di Porprov Jatim dua tahun mendatang dapat menyamai kekuatan Kota Surabaya. Dia optimistis hal itu bisa terjadi. ”Asalkan kami bisa memperbanyak medali di cabor tersebut (Atletik, Renang dan Selam),” kata dia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho