Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tidak Maksimalkan Kuota 11 Legiun Asing, Arema FC Menyesuaikan Kebutuhan Tim

Galih R Prasetyo • Rabu, 9 Juli 2025 | 16:38 WIB

 

 

EFEKTIVITAS: Julian Guevara (kanan) berhasil mengontrol bola dalam laga pertama Piala Presiden 2025 melawan Liga Indonesia All Star di Stadion Si Jalak Harupat kemarin.
EFEKTIVITAS: Julian Guevara (kanan) berhasil mengontrol bola dalam laga pertama Piala Presiden 2025 melawan Liga Indonesia All Star di Stadion Si Jalak Harupat kemarin.

BANDUNG- Perubahan regulasi kuota pemain asing di kompetisi 2025/2026 belum membuat Arema FC tergerak mencari amunisi baru. Singo Edan puas dengan komposisi legiun impor di skuad saat ini. Delapan pemain luar negeri mengisi posisi-posisi penting di tim.

Lucas Frigeri di bawah mistar. Yann Motta, Thales Lira, dan Odivan Koerich di lini belakang. Julian Guevara dan Valdeci Moreira mengisi lini tengah. Dalberto Luan Belo dan Pualinho Moccelin di pos penyerang.

Regulasi Pemain Asing.
Regulasi Pemain Asing.

”Yang jelas sepertinya Arema FC tidak akan memaksimalkan kuota 11 pemain asing itu,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi kepada koran ini kemarin. Menurutnya, perlu pertimbangan yang panjang dan matang untuk memaksimalkan jumlah legiun asing tersebut. Terlebih, musim ini Arema FC hanya bermain di satu kompetisi saja.

Pria kerap disapa Inal itu menjabarkan, saat tim mempunyai 11 pemain asing tidak semua bisa dimaksimalkan. Penyebabnya hanya delapan pemain asing yang bisa masuk daftar susunan pemain (DSP) di pertandingan. Tiga nama lainnya, harus ditinggal atau tidak boleh bermain.

Baginya, yang terpenting dari legiun asing itu menyesuaikan kebutuhan tim. Mereka direkrut untuk membuat tim semakin kuat, solid, dan kompetitif. Itu karena, persaingan di kompetisi selalu ketat.

”Aspek yang perlu dicermati itu kualitasnya, tidak sekadar berapa banyak pemain yang dimiliki,” katanya. Berangkat dari itu, Arema FC akan melihat dulu bagaimana hasil di Piala Presiden. Saat tim pelatih perlu mengganti atau menambah legiun asing akan dikomunikasikan lagi.

Menurutnya, untuk saat ini Arema FC sudah mempunyai sembilan legiun asing. Pablo Oliveira masih jadi bagian tim. Meski dia tidak ikut Piala Presiden dan tengah menjalani pemulihan cedera.

Mantan manajer bisnis Arema FC itu menjabarkan, klub ingin terus memberi kesempatan pemain lokal tampil. Dia melihat, mereka mempunyai kualitas yang bisa diandalkan tim. ”Selain itu, kami juga punya pemain-pemain (lokal) muda potensial,” katanya.

Manajemen Singo Edan dan tim pelatih ingin membantu mereka berkembang. Karena dalam dua musim terakhir, young guns tim menunjukkan grafik meningkat. Contohnya, Arkhan Fikri Achmad Maulana Syarif dan Salim Tuharea.

Arkhan dan Achmad saat ini mengikuti pemusatan latihan Timnas U-23 bersama Brandon Scheunemann. Sedangkan untuk kompetisi musim depan, Singo Edan telah mengontrak dua penyerang muda. Sosok itu, Razza Fachrezi dan Dimas Aryaguna.

Di tempat terpisah, Asisten Pelatih Arema FC Andre Caldas mengatakan, komposisi tim saat ini sudah bagus. Berisi, pemain lokal dan asing punya kualitas. ”Pemain lokal kami selalu punya komitmen tinggi. Lalu secara teknik dan kebugaran juga sangat baik,” katanya.

Para pemain tim juga dengan cepat menyerap taktik yang diusung tim selama latihan. Karena itu, tinggal melihat bagaimana performa mereka di Piala Presiden untuk melakukan langkah selanjutnya. Harapannya, Arema FC bisa raih hasil terbaik di turnamen. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #piala presiden #DSP #Singo Edan