MALANG – Pelatih Chelsea Enzo Maresca tampaknya bisa bernapas lega. Dua gol berkelas Joao Pedro ke gawang Fluminence dini hari tadi (9/7) sudah cukup membuktikan bahwa pilihannya tak salah.
Bahkan dalam pertandingan semifinal FIFA Club World Cup (CWC) alias Piala Dunia Antar Klub tersebut, sang striker tak hanya piawai menjebol gawang lawan, tetapi juga memimpin lini serang The Blues. Karakter yang selama ini belum ditemukan dalam diri Christopher Nkunku atau Nicolas Jackson sekalipun.
Istimewanya, dua gol ke gawang mantan klub Joao itu pula yang mengantarkan Chelsea lolos ke babak final dalam turnamen empat tahunan tersebut. Tak heran jika nama Joao Pedro makin berkibar.
Sepertinya pemain kelahiran Sao Paolo, Brasil ini bakal lebih sering menghuni starting eleven klub asal London Barat itu.
Di final, Chelsea akan menunggu pemenang antara Juara Champions Eropa PSG dan raksasa La Liga Real Madrid yang akan bertanding Kamis dini hari (10/7).
Bukan Bomber Kaleng-Kaleng
Joao Pedro masih berusia sangat muda. September mendatang usianya baru genap 24 tahun. Namun pengalamannya bermain sangat luar biasa.
Meski belum pernah memperkuat klub besar Eropa, namun pemain bernama lengkap Joao Pedro Junqueira de Jesus ini sudah membuktikan diri bisa bersaing dengan striker-striker top lainnya.
Bertinggi 182 sentimeter, Joao, seperti pemain Samba umumnya juga memiliki skill olah bola yang baik. Namun bukan itu kelebihannya. Dalam beberapa aspek, dia justru terlihat sebagai deep lying forward. Meski ditempatkan sebagai ujung tombak dalam formasi 4-3-3, Joao justru akan lebih mobile menjemput bola.
Meski demikian, jumlah golnya cukup memuaskan. Musim 2024/2025 lalu misalnya, bersama Brighton & Hove Albion, dia berhasil menorehkan 10 gol dan 6 assist. Namun karena dikenal sebagai salah satu striker agresif, rataan kedisiplinannya kurang begitu baik. Dia mencatat 4 kartu kuning dan 1 kartu merah.
Namun demikian, melihat kontribusinya dalam semifinal CWC dini hari tadi, Joao sepertinya merupakan striker yang sangat menjanjikan.
Harga 50 juta poundsterling yang dikeluarkan klub untuk menebusnya dari Brighton terasa sepadan. Apalagi dengan lolosnya Chelsea ke final FIFA CWC, maka klub sudah berhak mengantongi 21,9 juta pounds. Nyaris separo dari mahar transfer Joao.
Strategi Maresca
Dari sejumlah pertandingan yang dijalani di CWC, Chelsea sepertinya mengembangkan pendekatan baru. Meski tetap menggunakan formasi 4-3-3, namun Maresca sepertinya bakal mendorong Enzo Fernandez lebih ke depan.
Kualitas Enzo sebagai gelandang serang bakal lebih banyak dieksplotasi. Apalagi kini Chelsea punya gelandang sayap yang cukup enerjik dalam diri Pedro Neto dan Estevao Willian.
Dalam formasi ini, Moises Caicedo harus bekerja keras sebagai pivot tunggal. Mengingatkan pada Claude Makelele, legenda Chelsea.
Memang dengan pendekatan ini, lini belakang Chelsea kerap terekspos. Apalagi ketika lawan menerapkan pressing ketat. Pemain belakang kerap kelabakan dalam mengalirkan bola.
Hal inilah tampaknya yang masih perlu pembenahan. Salah satunya adalah memasang bek-bek yang lihai menguasai bola saat ditekan lawan.
Editor : A. Nugroho