BANDUNG - Oxford United bukan klub Eropa pertama yang dihadapi Singo Edan. Arema FC pernah melawan Eintracht Frankfurt U-23 dan Hamburger SV pada 2013 lalu. Pada waktu itu, laga menghadapi kesebelasan asal Jerman itu berlangsung di Stadion Kanjuruhan.
Dalam dua laga itu Arema FC tidak terkalahkan. Mereka menumbangkan Eintracht Frankfurt U-23 dengan skor 3-2. Setelah itu bermain imbang 2-2 melawan Hamburger SV.
Perlu diketahui, saat itu Hamburger SV diperkuat eks Real Madrid dan pemain Timnas Belanda Rafael Van Der Vaart. Lalu dinakhodai Bert Van Marwijk. Sosok penting di balik keberhasilan Timnas Belanda tembus final Piala Dunia 2010.
Meski laga tersebut sudah lebih dari satu dekade, Arema FC berniat mengusung semangat di pertandingan itu saat melawan Oxford United nanti malam (19.30 WIB). Penggawa Singo Edan percaya tidak ada yang mustahil di sepak bola. Pada waktu itu, Arema Cronus sekarang Arema FC banyak diprediksi akan mengakhiri laga dengan kekalahan.
”Hasil laga saat itu jadi salah satu hal yang memotivasi kami untuk tidak merasa sudah kalah sebelum berlaga,” kata Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro. Menurutnya, untuk dapat hasil yang bagus pada laga nanti malam perlu bermain dengan mentalitas kuat. Sikap itu bisa membuat pemain mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Kuncoro menjabarkan, dua pertandingan melawan klub Jerman saat itu tidak hanya mengandalkan adu taktik saja. Elemen tim diwajibkan untuk tidak merasa inferior sepanjang laga. Itu supaya pemain tidak takut untuk berduel, membawa bola, dan bermain dengan umpan-umpan pendek.
Mantan pemain Persija Jakarta itu yakin, Arema FC punya modal untuk menang saat bermain dengan mentalitas seperti itu. Dia melihat, komposisi tim Arema FC saat ini bisa bersaing dengan lawan. Berangkat dari itu, dia ingin para pemain tim tidak terpengaruh dengan nama Oxford United
”Keyakinan untuk memenangkan laga harus ditanamkan dalam diri para pemain,” ujarnya. Menurutnya, saat tim ingin mewujudkan misi meraih gelar Piala Presiden lagi harus berani untuk membidik tiga poin. Alasannya, itu jadi satu-satunya jalan ke final untuk sekarang.
Sementara itu, Asisten Pelatih Arema FC Andre Caldas menyampaikan pihaknya telah memantau permainan Oxford United. Melihat bagaimana kelemahan dalam taktik maupun individual. Sekaligus mencatat sektor mana yang jadi andalan lawan untuk menyerang.
”Kami sudah menganalisis video pertandingan mereka di Piala Presiden,” ujarnya. Menurutnya, mengetahui bagaimana kekuatan lawan jadi hal yang penting untuk tim. Itu karena, bisa membuat penggawa Singo Edan mengetahui siapa lawan dihadapi dan bagaimana pergerakannya.
Di tempat terpisah, Paulinho Moccelin mengatakan, siap bekerja lebih keras lagi dalam laga nanti. Dia sadar, perlu bermain 1000 persen untuk dapat hasil maksimal. ”Lawannya berbeda, tantangan juga berbeda. Kami harus lebih maksimal,” kata dia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho