Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Bawa Pulang Rp 100 Juta, Pendapatan di Piala Presiden Turun Drastis

Galih R Prasetyo • Sabtu, 12 Juli 2025 | 17:00 WIB
SIAPKAN EVALUASI: Gelandang Arema FC Valdeci Moreira (kiri) berusaha melewati pemain Oxford United dalam laga Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat pada Kamis lalu (10/7).
SIAPKAN EVALUASI: Gelandang Arema FC Valdeci Moreira (kiri) berusaha melewati pemain Oxford United dalam laga Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat pada Kamis lalu (10/7).

BANDUNG- Arema FC tidak pulang dengan tangan kosong ke Malang. Meski tanpa trofi di Piala Presiden 2025, Singo Edan tetap mendapatkan hadiah. Mereka akan menerima Rp 100 Juta setelah turnamen itu berakhir. Uang itu merupakan reward untuk tim yang menempati peringkat enam di klasemen keseluruhan.

Untuk diketahui, semua peserta Piala Presiden 2025 mendapatkan hadiah. Besarannya tergantung posisi di klasemen akhir. Tim peringkat lima Persib Bandung misalnya, mendapatkan hadiah Rp 200 juta. Sedangkan klub yang menempati posisi empat menerima Rp 1 Miliar. Kesebelasan yang juara diganjar hadiah Rp 5,5 Miliar, runner-up mendapat Rp 3 Miliar, dan tim peringkat tiga menerima Rp 2 Miliar.

Pendapatan Tim Dalam 4 Piala Presiden.
Pendapatan Tim Dalam 4 Piala Presiden.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025 Maruarar Sirait mengatakan, reward Piala Presiden merupakan bentuk apresiasi ke tim peserta. Karena klub sudah berjuang dan ikut menyukseskan gelaran Piala Presiden. ”Tidak ada turnamen (sepak bola di Indonesia) yang konsisten berjalan 7 kali penyelenggaraan. Keberhasilan itu karena support klub dan value terjaga,” katanya.

Jumlah pendapatan Arema FC saat ini mengalami penurunan secara drastis dibandingkan Piala Presiden 2024 lalu. Pada waktu itu, mereka mendapatkan Rp 5,25 Miliar sebagai juara turnamen. Lalu mengantongi Rp 1,4 Miliar dari match fee. Pada Piala Presiden 2024, pihak penyelenggara turnamen menyediakan hadiah khusus untuk tim yang berlaga. Mulai dari penyisihan grup sampai babak semifinal. Tim yang menang menerima Rp 350 Juta, tim kalah mendapat Rp 150 Juta. Saat skor seri masing-masing tim mendapat Rp 250 Juta. Arema FC berhasil menang empat kali pada waktu itu.

General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi legawa dengan penurunan pendapatan di Piala Presiden saat ini. Dia menyadari, Singo Edan menutup turnamen musim ini di posisi yang tidak lebih bagus. ”Tidak ada yang perlu dikomentari soal itu. Hasil di lapangan bisa menjadi jawaban,” paparnya. Menurutnya, target Singo Edan pada awal Piala Presiden sejatinya memburu gelar kelima. Karena belum tercapai, langkah tim ke depan akan fokus ke kompetisi. Mulai bersiap dan melakukan pembenahan. Kekurangan-kekurangan di turnamen akan diperbaiki. Tujuannya, supaya tim bermain lebih bagus saat BRI Super League nanti. ”Piala Presiden jadi tempat untuk tim pelatih mengukur dan mematangkan tim,” tuturnya.

Disinggung terkait hadiah peringkat keenam di Piala Presiden 2025, pria kerap disapa Inal belum mendapat informasi lebih lanjut. Karena itu, belum mengerti detail reward tersebut seperti apa nanti. Arema FC menyerahkan ke pihak penyelenggara.

Di tempat terpisah, Thales Lira ingin Singo Edan bangkit. Hasil minor di Piala Presiden menjadi bahan pembelajaran untuknya dan tim. ”Kami harus kembali ke lapangan lebih kuat lagi,” ucap pemain asal Brasil itu. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #reward #Piala Presiden 2025 #Singo Edan