JOGJAKARTA- Andres Josue Teran tidak sekadar dituntut untuk selalu tampil on fire di setiap laga. Pemain futsal asal Venezuela itu juga mengemban misi khusus dari tim pelatih. Dia diminta menjalankan tugas yang berhubungan dengan strategi tim di lapangan. ”Instruksi khusus itu diberikan untuk mengubah situasi di pertandingan,” terang pemain bernomor punggung 10 itu.
Contohnya, saat Unggul FC Malang sedang tertinggal. Teran sempat diminta untuk mengisi posisi kiper karena tim memainkan skema power play. Sedangkan saat melawan Pangsuma FC kemarin, dia diminta untuk berani membawa bola dan memberi tekanan ke lawan. Tujuannya, memecah pertahanan tim tuan rumah serta mencetak gol.
Dalam laga kemarin, dia menjadi salah satu pemain yang diandalkan untuk menciptakan gol. Sekaligus, menjadi kreator serangan tim. Karena itu, terlihat mempunyai kebebasan mengisi banyak posisi. Baginya memainkan peran yang berbeda-beda di setiap laga bukan sebuah masalah. Dia merasa senang bisa terus berkontribusi untuk klub bermarkas di Unggul Sports Center tersebut.
Harapannya, bisa merasakan juara di Pro Futsal League. ”Selama kami menang, saya tidak mempermasalahkan (semua misi khusus yang diberikan),” kata pemain berusia 27 tahun tersebut. Baginya, kepentingan tim yang paling utama. Terlepas dari itu, semua penggawa Unggul FC harus saling support untuk membuat tim tampil maksimal.
Berdasar analisisnya, persaingan babak Playoff Elite lebih ketat. Semua tim berusaha lebih keras untuk mendapatkan hasil terbaik. Sulit menang saat bermain tidak kompak dan solid. ”Kami harus tetap fokus dan konsisten di setiap pertandingan,” ujar dia.
Pada PFL seri reguler, Unggul FC Malang beberapa kali gagal menang setelah mencetak gol.(zan/gp)
Editor : A. Nugroho