RADAR MALANG - Nama Marc Casado mendadak jadi perhatian dalam bursa transfer kali ini. Hal ini usai muncul kabar, Barcelona berniat melego gelandang yang masih berusia 21 tahun itu dengan banderol 50 juta euro atau sekitar 950 juta rupiah.
Kabar ini pun ditangkap sejumlah klub-klub papan atas Eropa yang menunjukkan minatnya. Mulai dari Bayern Leverkusen yang ingin menambal lini tengahnya. Hingga klub papan atas Liga Inggris, seperti Manchester United dan Chelsea.
Man United bahkan paling berpeluang mendapatkan jasa Casado karena kebutuhan lini tengah yang mendesak.
Ditinggal Christian Eriksen yang habis kontrak dan kemungkinan juga Casemiro, Man United jelas butuh gelandang baru yang bertenaga.
Apalagi, dua gelandang mereka yakni Manuel Ugarte dan Kobbie Mainoo belum menunjukkan performa maksimal. Nama terakhir bahkan punya tren yang terus menurun.
Karena itu MU terus mengupayakan gelandang baru dalam skuadnya. Ederson, gelandang Atalanta sempat mencuat, namun isunya meredup. Begitu pula Douglas Luiz dari Juventus.
Karenanya begitu Marc Casado tersedia, Man United langsung bergerak cepat.
Kecil, Energik, Tanpa Kompromi
Marc Casado yang lahir 14 September 2003 adalah gelandang bertipe destroyer. Dia bukan gelandang tinggi besar yang punya postur istimewa. Tingginya relatif pendek untuk standar Eropa. Hanya 172 sentimeter.
Namun sebagai gelandang bertahan, dia sangat berani berduel mengamankan wilayahnya. Dengan kaki, sikut, juga kepalanya.
Casado seperti tak kenal takut siapapun lawannya. Produk asli La Masia ini punya 1.001 cara untuk menggagalkan serangan lawan.
Sapuan bolanya tanpa kompromi. Lugas dan penuh tenaga.
Cover areanya yang sangat luas juga menutupi posturnya yang kecil. Casado bahkan bisa berlari dan menggiring bola dengan baik serta membantu serangan bila dibutuhkan.
Tak heran, banyak klub tertarik. Apalagi harganya cukup masuk akal.
Di sisi lain, Barcelona punya kepentingan menjual sejumlah pemainnya untuk memberi ruang datangnya pemain baru di posisi-posisi yang membutuhkan upgrade. Seperti di sayap kiri dan bek kiri mereka.
Editor : A. Nugroho