CABOR Panjat Tebing Kota Malang segera berbenah. Mereka tidak merasa puas dengan capaian di Porprov IX Jawa Timur yang hanya meraih satu perak. Langkah-langkah perbaikan mulai disusun sebagai bagian persiapan untuk kejuaraan multi cabor selanjutnya.
Satu upaya perbaikan yang coba mereka lakukan dengan memperbanyak amunisi atlet putri. Usaha itu bertujuan untuk meningkatkan peluang meraih medali di kategori tersebut.
Pelatih Panjat Tebing Kota Malang Abu Dzar Yulianto menyampaikan, pihaknya hanya mempunyai tiga atlet putri yang siap berlaga saat ini. Akibat itu, sulit kompetitif di Porprov IX Jatim lalu. Itu karena, tidak banyak nomor yang bisa diikuti.
”Padahal untuk nomor putri, peluang meraih medali sangat terbuka lebar (saat Porprov Jatim lalu),” katanya. Itu menyusul, kontingen-kontingen lain tidak menurunkan banyak atlet putri. Jumlah yang sedikit itu sejatinya bisa menjadi keuntungan apabila mereka menerjunkan banyak atlet.
Meski begitu, menjaring atlet panjat tebing perempuan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Minimnya minat atlet putri menekuni olahraga panjat jadi satu penyebabnya. Apalagi ditambah stigma panjat tebing sebagai olahraga ekstrem dan berbahaya.
Karena itu, dia berupaya untuk menjaring atlet melalui klub-klub panjat tebing yang tersebar di Kota Malang. Dia melihat ada potensi bibit-bibit muda yang bermunculan dari mereka. Harapannya, bisa segera melakukan pembinaan untuk jangka panjang.
Lalu, mendorong mereka menekuni tiga kategori nomor yang dilombakan. Di antaranya, kelas lead, boulder, dan speed. Dari usaha situ, Abu Dzar dapat melatih atlet putri sampai mereka mahir.
Berangkat dari usaha itu, Abu Dzar yakin Panjat Tebing Kota Malang bisa berbicara banyak di Porprov Jatim dua tahun mendatang. Itu karena, sudah memiliki atlet putra dan putri yang matang dan siap berlaga. ”Itu akan memotivasi kami meraih banyak medali di Porprov Jatim 2027 nanti,” ujar dia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho