Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lamine Yamal, Bintang Muda Barcelona Dikecam! Pemerintah Spanyol Siap Jatuhkan Denda Rp 17 Miliar

A. Nugroho • Rabu, 16 Juli 2025 | 18:12 WIB

 

KONTROVERSI: Pesta ulang tahun bintang muda Barcelona menimbulkan kekacauan warganet karena diisukan ada penghibur bertubuh kecil.
KONTROVERSI: Pesta ulang tahun bintang muda Barcelona menimbulkan kekacauan warganet karena diisukan ada penghibur bertubuh kecil.

RADAR MALANG - Lamine Yamal, bintang muda FC Barcelona, kini tengah berada di titik kritis kariernya. Bukan karena performa di lapangan, tapi gara-gara pesta ulang tahun mewah yang berujung kontroversi besar. Pesta ulang tahun ke-18 yang digelar meriah itu, kini justru jadi bumerang yang bisa membuatnya terjerat denda fantastis hingga Rp 17 miliar.

Semua bermula saat pesta yang diadakan Yamal pada 13 Juli 2025 itu menampilkan penghibur bertubuh kecil sebagai bagian dari hiburan acara. Sekilas, pesta ini memang terlihat megah dihiasi dengan kalung berlian, kue raksasa Dragon Ball, hingga tamu-tamu elite dari dunia sepak bola.

 

Namun, apa yang terjadi di balik gemerlap lampu dan dentuman musik, justru memicu kecaman keras dari Asosiasi Penyandang Akondroplasia dan Displasia Skeletal dengan Dwarfisme (ADEE).

ADEE menyebut bahwa kehadiran penghibur bertubuh kecil dalam pesta Yamal merupakan bentuk penghinaan terhadap martabat penyandang disabilitas. Mereka menyatakan akan mengajukan tuntutan hukum atas apa yang mereka anggap sebagai tindakan diskriminatif.

 

Masalah ini langsung menyedot perhatian nasional. Bahkan, Kementerian Urusan Disabilitas Spanyol secara resmi meminta kejaksaan untuk menyelidiki kasus ini. Bila terbukti melanggar hukum, Yamal bisa dikenai sanksi berdasarkan UU Diskriminasi di Spanyol, dengan denda mulai dari €600.000 hingga €1.000.000 atau sekitar Rp 10 hingga Rp 17 miliar.

 

Di tengah panasnya isu, salah satu dari empat penghibur yang hadir di pesta akhirnya angkat suara. Dalam wawancara eksklusif dengan RAC1, dia membantah adanya perlakuan tidak hormat di acara tersebut.

“Tidak ada yang menghina kami. Kami bekerja dengan cara yang sah. Kenapa harus diributkan hanya karena ini pestanya Lamine Yamal?” tegasnya.

 

Dia bahkan menyindir keras Presiden ADEE, Carolina Puente, dengan menyebut bahwa justru organisasi itulah yang merendahkan mereka dengan melarang profesi yang mereka cintai.

“Kami tahu batasan kami. Kami bukan tontonan sirkus. Kalau kami merasa dilecehkan, kami pasti sudah pergi.”

 

 

Penghibur itu juga menjelaskan bahwa mereka dikontrak secara profesional oleh agen acara. Aksi mereka mencakup tarian, sulap, hingga membagikan minuman dengan suasana hangat dan penuh tawa. Setelah tampil, mereka bahkan ikut bergabung dalam pesta sebagai tamu.

 

Pesta ulang tahun Yamal sejatinya dirancang untuk menjadi perayaan tonggak penting dalam hidup sang pemain muda, yang baru saja berusia 18 tahun. Tapi kini, pesta tersebut justru mengundang risiko serius secara hukum, sosial, dan citra publik.

Situasi ini juga disebut membuat pihak FC Barcelona khawatir, mengingat Yamal merupakan pemain andalan masa depan yang diproyeksikan untuk mengenakan nomor punggung 10 yang legendaris.


Belum ada pernyataan resmi dari Lamine Yamal maupun dari pihak klub terkait kasus ini. Namun, tekanan publik terus meningkat. Netizen ramai-ramai meminta Yamal memberikan klarifikasi atau permintaan maaf. (bal)

Editor : A. Nugroho
#FC Barcelona #lamine yamal #pesta ulang tahun #dwarfisme #Kontroversi #ADEE #penghibur