RADAR MALANG - Turnamen Japan Open 2025 yang menjadi ajang comeback bagi dua tunggal andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung, berakhir dengan hasil yang kurang menggembirakan. Keduanya harus tersingkir lebih awal setelah kalah di babak 32 besar dari wakil tuan rumah Jepang, menandai awal yang tidak manis dalam langkah kebangkitan mereka di kancah bulu tangkis dunia.
Ginting yang baru kembali bertanding setelah absen hampir enam bulan karena cedera bahu kanan, harus mengakui keunggulan Kodai Naraoka, unggulan ketujuh asal Jepang. Bermain di laga perdana usai penampilan terakhirnya di Malaysia Open 2025, Ginting belum menunjukkan performa terbaiknya. Ia kalah dalam dua gim langsung dengan skor 13-21, 19-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 48 menit.
Meski di gim kedua sempat memberikan perlawanan sengit, Ginting terlihat masih kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Beberapa kali terlihat ia ragu dalam mengambil keputusan dan kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Naraoka, yang memang dikenal dengan gaya permainan gigih dan stamina prima, memanfaatkan sepenuhnya kondisi Ginting yang belum sepenuhnya pulih.
Nasib serupa juga dialami Gregoria Mariska Tunjung. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia itu juga harus angkat koper lebih awal usai dikalahkan pemain non-unggulan Jepang, Riko Gunji, dengan skor 10-21, 12-21. Gregoria tampak belum sepenuhnya bugar setelah absen sekitar 3 hingga 4 bulan karena masalah vertigo yang sempat mengganggu aktivitas dan latihannya.
Sepanjang pertandingan, Gregoria kesulitan mengimbangi tempo permainan Riko Gunji. Pergerakannya terlihat lambat dan beberapa kali kehilangan fokus saat terjadi reli panjang. Hal ini membuat Gunji dengan mudah mendikte permainan dan mendulang poin demi poin.
Kekalahan dua wakil utama Indonesia di nomor tunggal ini menjadi pukulan awal yang cukup berat bagi tim bulu tangkis Indonesia, khususnya di turnamen level Super 750 ini. Meskipun keikutsertaan Ginting dan Gregoria lebih berfokus pada proses pemulihan dan adaptasi pasca-cedera, banyak pihak tetap berharap mereka bisa melangkah lebih jauh dan menambah jam terbang kompetitif.
Kekalahan ini bisa karena faktor performa Ginting masih dalam proses transisi dan karena mengingat lamanya absen dari turnamen kompetitif. Begitu pula dengan Gregoria yang mempunyai target utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan mental sang atlet sebelum menuju turnamen-turnamen penting selanjutnya.
Meskipun hasil di Japan Open 2025 belum memuaskan, baik Ginting maupun Gregoria masih memiliki peluang untuk bangkit di seri-seri turnamen berikutnya. Japan Open kali ini menjadi pelajaran penting sekaligus langkah awal dalam proses kembalinya dua pemain andalan Merah Putih ke performa terbaik mereka. (run)
Editor : A. Nugroho