MALANG KOTA- Laga pertama Arema FC di putaran kedua BRI Super League tidak lebih mudah dengan pekan pertama kompetisi. Itu karena, Singo Edan langsung menghadapi Dewa United pada 26 Januari 2026. Mereka melawan kesebelasan identik dengan kostum berwarna kuning itu di Banten International Stadium.
Melawan Dewa United di laga pertama putaran kedua seperti dejavu untuk Arema FC. Kesebelasan tersebut jadi lawan Singo Edan saat mulai perjalanan di putaran kedua kompetisi musim lalu. Saat itu, Dedik Setiawan cs kalah dengan skor 0-2.
Jadwal putaran kedua musim ini berbeda dibandingkan dengan saat BRI Liga 1 2024/2025. Itu menyusul, komposisi lawan yang dihadapi bukan ulangan dari putaran pertama kompetisi. Contohnya, musim lalu Dewa United jadi lawan pertama di putaran pertama dan kedua BRI Liga 1.
Sedangkan saat ini, Singo Edan membuka kompetisi melawan PSBS Biak. Lalu, mulai laga pertama menghadapi PSBS Biak.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, skema jadwal putaran kedua membuat laga tambah seru. Itu karena, tim yang dihadapi Julian Guevara dkk tidak sama seperti musim-musim sebelumnya. ”Tim dituntut lebih maksimal dalam mengatur strategi,” katanya.
Khususnya dalam melakukan rotasi pemain dan memburu tiga poin. Menurutnya, dengan banyak laga away menuntut tim pelatih menyusun starting eleven tepat. Supaya tim tetap bisa konsisten.,
Sedangkan terkait harus menghadapi laga di bulan Ramadan, Inal melihat, jadwalnya sudah ideal. Arema FC akan berlaga pada pukul 20.30 WIB. ”Bukan pertama kali kami menghadapi situasi itu. Pastinya, selalu ada penyesuaian nanti,” katanya.
Itu menyusul, selama Ramadan program latihan dan aktivitas pemain berubah. Alhasil, perlu penyesuaian yang membuat pemain tetap dalam kondisi yang bugar. Musim lalu, Arema FC bermain tiga kali selama bulan Suci.
Meski begitu, Arema FC tidak terlalu banyak memikirkan bagaimana laga di putaran kedua nanti. Fokusnya, bermain maksimal di setiap laga putaran pertama dulu. ”Harapannya mendapatkan hasil yang lebih bagus,” terang pria asal Bogor itu.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengatakan, tim terus mematangkan persiapan saat ini. Menurutnya, untuk mengarungi putaran pertama dan kedua kompetisi perlu memaksimalkan semua aspek. ”Kami harus mempunyai modal (tim) yang baik untuk bersaing,” katanya.
Sistem kompetisi BRI Super League menggunakan liga penuh. Masing-masing tim menjalani laga tandang dan kandang sebanyak 17 kali dalam satu musim. Head to head jadi sistem pertama menentukan posisi di klasemen. Saat tim belum berlaga dua kali, selisih gol jadi penentu posisi di klasemen. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho