RADAR MALANG - Inter Miami gagal mempertahankan performa impresifnya setelah menjalani rekor enam laga tanpa kalah. Mereka tumbang 3–0 saat bertamu ke TQL Stadium, markas FC Cincinnati. Gol pertama tercipta di menit ke-16 lewat Gerardo Valenzuela, yang memanfaatkan assist Luca Orellano dengan tendangan mendatar yang menaklukkan penjaga gawang Oscar Ustari.
Di babak kedua, Evander tampil sebagai penentu. Ia mencetak dua gol pada menit ke-50 dan ke-70, menyudahi rekor rentetan gol Messi dan mengokohkan dominasinya sebagai top scorer sementara MLS dengan 15 gol. Gol Evander menjadi kunci kemenangan bagi Cincinnati dan memastikan hasil akhir 3-0 untuk keunggulan Cincinnati.
Lionel Messi tidak mampu menembus barisan belakang dari FC Cincinnati. Rekor mencetak gol dalam lima laga beruntun pun terputus. Ia hanya menciptakan beberapa peluang yaitu satu shot pada injury time babak pertama yang bisa diantisipasi dengan baik penjaga gawang Cincinnati.
Pelatih Javier Mascherano melihat faktor kelelahan sebagai biang kekalahan. Ia menyoroti jadwal padat klub yang terlalu padat di MLS, Concacaf Champions Cup, Club World Cup, dan persiapan Leagues Cup sebagai penyebab utama kurangnya performa optimal tim. Mascherano mengakui tekanan tekanan langsung dari Cincinnati sejak awal dan minimnya kebugaran pemain menjadi faktor kekalahan pada laga kali ini.
Kini Inter Miami tertahan di peringkat ke-5 Wilayah Timur dengan catatan 11 kemenangan, 4 kalah, 5 seri dan 38 poin. Mereka akan menghadapi New York Red Bulls pada 20 Juli, sebagai bagian dari lanjutan MLS Wilayah Timur. Dan akan duel ulang dengan Cincinnati pada 27 Juli dan kick-off Liga Champions Zona Timur melawan Atlas (Meksiko) pada 31 Juli. (run)
Editor : A. Nugroho