Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Resmi Pulang Kampung, Kanjuruhan Jadi Kandang Utama di BRI Super League 2025/2026

Galih R Prasetyo • Jumat, 18 Juli 2025 | 16:54 WIB
SIAP JAMU LAWAN: Suasana di ring dua Stadion Kanjuruhan jelang laga Arema FC melawan Persik Kediri di BRI Liga 1 2024/2025 beberapa waktu lalu.
SIAP JAMU LAWAN: Suasana di ring dua Stadion Kanjuruhan jelang laga Arema FC melawan Persik Kediri di BRI Liga 1 2024/2025 beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA - Stadion Kanjuruhan bakal menjadi kandang Arema FC di BRI Super League 2025/2026. Manajemen Singo Edan mendaftarkan stadion itu sebagai venue utama untuk menjamu tim tamu. Sedangkan Stadion Kapten I Wayan Dipta dipilih sebagai kandang alternatif. 

Bermain Stadion Kanjuruhan membuat Arema FC mengakhiri cerita menjalani laga home pertama di stadion klub lain. Sebelumnya, Dedik Setiawan dkk merasakan situasi itu selama dua musim terakhir. Pada BRI Liga 1 2023/2024, menggunakan markas Bali United Stadion Kapten I Wayan Dipta. 

Sedangkan pada BRI Liga 1 2024/2025, laga home pertama mereka berlangsung di Stadion Soepriadi Blitar. Saat itu, penggawa Singo Edan menghadapi Dewa United. Musim ini PSBS Biak jadi lawan pertama Arema FC di kandang.

Setelah renovasi, Arema FC sudah dua kali menjalani laga resmi di Stadion Kanjuruhan. Pertama melawan Persik Kediri, lalu menghadapi Semen Padang. Semua laga itu berlangsung pada pekan-pekan akhir kompetisi musim lalu. 

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, menggunakan Stadion Kanjuruhan didasarkan dengan berbagai pertimbangan. Mulai infrastruktur, fasilitas, jarak, sampai ingin bermain lebih dekat dengan Aremania. ”Saat bermain di Blitar dan Bali lebih jauh (untuk pendukung tim),” katanya. 

Pria kerap disapa Inal itu menjelaskan, fasilitas terbaru di Stadion Kanjuruhan menunjang laga BRI Super League. Menurutnya, fasilitas itu tidak sekadar untuk pemain atau tim yang berlaga. Lebih jauh, secara keamanan juga sangat mendukung. 

Contohnya, terdapat jalur ke tribun khusus wanita. Lalu, pembagian ring wilayah menjadi filter penonton. Mobilitas tim untuk masuk dan keluar stadion juga sudah sangat baik.

Berangkat dari hal itu, manajemen merasa tidak perlu menjadi tim musafir lagi. Apalagi sudah tidak ada larangan menggunakan venue tersebut. ”Bermain di rumah sendiri, memudahkan Aremania yang ingin langsung memberi dukungan,” paparnya. 

Lantas apa alasan Arema FC memilih kandang Bali United sebagai kandang alternatif? Inal menjelaskan, karena Stadion Kapten I Wayan Dipta lolos verifikasi operator kompetisi. Alhasil, tim bisa langsung bermain di sana. 

Opsi stadion tersebut akan digunakan apabila Stadion Kanjuruhan tidak bisa digunakan. Karena alasan renovasi ataupun penyebab lain. ”Bali (Stadion Kapten I Wayan Dipta) dipilih karena ideal dari segi infrastruktur,” katanya. 

Meski harus menempuh perjalanan udara, para penggawa Singo Edan sudah familiar bermain di sana. Karena  rutin berkandang di Pulau Dewata dalam tiga musim terakhir.

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menyambut baik rencana memainkan laga home di Stadion Kanjuruhan. Menurutnya, itu akan menambah motivasi tim meraih hasil terbaik di laga kandang. ”Kami ingin memberikan kemenangan untuk Aremania,” terang dia. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #BRI Super League 2025 2026 #stadion kanjuruhan #PSBS #Singo Edan