KIPRAH Arema FC U-17 dalam ajang Piala Soeratin U-17 berjalan singkat. Ongis Nade Licek gagal lolos dari fase grup. Arema FC U-17 menempati peringkat tiga dengan mencatatkan sekali kemenangan dan dua kekalahan.
Dalam Grup O Piala Soeratin U-17 Persenga Nganjuk U-17 dan PSBI Kabupaten Blitar U-17 yang melaju ke babak 32 besar. Singo Barong-julukan Persenga Ngajuk-menempati puncak klasemen dengan koleksi sembilan poin.
Pelatih Kepala Arema FC U-17 Doni Suherman menjelaskan, tim belum mampu melaju jauh akibat anak asuhnya inkonsistensi. Dalam dua laga awal kesulitan menunjukkan performa maksimal. Akibatnya, langsung merasakan kekalahan dari Persenga Nganjuk dan PSBI Blitar.
”Selain itu juga karena faktor eksternal (keputusan wasit dan situasi pinggir lapangan), beberapa penggawa belum siap (saat Piala Soeratin 2025),” katanya. Menurut Doni, perbedaan kualitas pemain yang ada di skuadnya berdampak dengan skema yang direncanakan. Hal itu membuat timnya kesulitan menguasai permainan dari menit awal sampai pertandingan berakhir.
Berangkat dari situasi itu, dia akan membenahi performa para penggawanya. Mulai dari menyiapkan program latihan khusus demi meningkatkan fisik dan kebugaran. Dirinya juga akan menambah pertandingan uji coba melawan Elite Pro Academy (EPA).
”Untuk uji coba kami berencana mencari tim yang setara,” tambah dia. Menurutnya, tim EPA sekelas Liga 1 bisa menjadi tolok ukur untuk kualitas pemain Arema FC U-17. Sekaligus melihat kekurangan dari aspek individu.
Apabila dirasa belum ideal, Doni tidak menutup kemungkinan akan mencari bakat-bakat lain. Mereka perlu skuad yang berkualitas untuk menghadapi tim lain yang semakin kompetitif.
Doni dan tim mempunyai banyak waktu untuk mematangkan persiapan. Itu menyusul, kejuaraan selanjutnya merupakan EPA 2025 pada bulan September nanti. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho