Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Cabor Kota Malang Gagal Sumbang Medali di Porprov Jatim 2025, KONI Siapkan Evaluasi dan Pergantian Kepengurusan

Galih R Prasetyo • Sabtu, 19 Juli 2025 | 20:06 WIB
TERUS BERBENAH: Atlet Tenis Meja Kota Malang berlaga dalam ajang Porprov IX Jawa Timur beberapa waktu lalu.
TERUS BERBENAH: Atlet Tenis Meja Kota Malang berlaga dalam ajang Porprov IX Jawa Timur beberapa waktu lalu.

KONTINGEN Kota Malang masih mempunyai pekerjaan rumah setelah Porprov IX Jawa Timur 2025. Salah satunya melakukan evaluasi kepada cabor-cabor belum maksimal. Tercatat, ada tiga cabor yang belum mendapat medali sepanjang kejuaraan multi cabang olahraga itu. 

Di antaranya, tenis meja, bulu tangkis, dan pentathlon. Kondisi tersebut menjadi catatan kurang baik di balik keberhasilan meraih 380 medali. Perinciannya, 136 emas, 127 perak, dan 117 perunggu. 

Ketua Umum KONI Kota Malang Djoni Sudjatmoko menjelaskan, akan melakukan evaluasi secara bertahap. Dia melihat, ada sejumlah faktor yang membuat cabor mengalami paceklik medali. Seperti, kualitas atlet, pelatih sampai sarana dan prasarana pendukung. 

”Kami akan mendorong cabor untuk melakukan diskusi dan evaluasi bersama,” kata dia. Mencari kendala dan hambatan yang memengaruhi performa di Porprov IX Jatim. Harapannya, dari usaha itu ditemukan solusi. 

Informasi awal yang dia dapatkan, tenis meja kurang maksimal salah satu penyebabnya akibat proses pergantian kepengurusan. Situasi internal itu membuat proses pembinaan atlet belum optimal. Akibatnya, fokus persiapan tim terpecah dan sulit berkonsentrasi meraih medali.

Sebagai usaha pemecahan masalahnya, KONI Kota Malang akan mendorong pergantian kepengurusan sesegera mungkin. Djoni memproyeksikan perubahan itu akan terjadi pada tahun ini. ”(Pergantian) itu perlu agar Tenis Meja bisa fokus ke pembinaan atlet,” ujar dia.

Senada dengan Djoni, pengurus lama Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Malang UU Soedjianto mengiyakan situasi itu. Dia mengungkapkan, kepengurusan baru harus secepatnya dibentuk. Agar mereka bisa menyiapkan program latihan untuk atlet-atletnya. 

Selain itu, dia melihat anak asuhnya perlu waktu untuk berkembang. Itu karena lima di antara delapan atlet yang diturunkan baru mengikuti Porprov tahun ini. ”Kami akan termotivasi untuk tampil lebih baik dua tahun mendatang,” ujar Uu Soedjianto. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#porprov #KONI #Kota Malang #kontingen #evaluasi