TANPA meraih medali di Porprov IX Jatim 2025 tidak membuat Catur Kabupaten Malang patah semangat. Catatan negatif tersebut dijadikan motivasi untuk memperbaiki prestasi di kejuaraan selanjutnya. Satu langkah awal yang akan mereka lakukan dengan memaksimalkan pembinaan atlet sebelum di Porprov X Jatim 2027 nanti.
Ketua Percasi Kabupaten Malang Joko Isnarto menjelaskan, keempat atlet yang bertanding di Porprov IX Jatim belum bisa tampil dengan maksimal. Penyebabnya, mulai dari permasalahan chemistry antar atlet di nomor beregu sampai performa atlet perorangan.
”Untuk itu kami perlu segera melakukan penjaringan atlet,” kata dia. Menurutnya, mematangkan performa atlet perlu waktu lama agar bisa tampil maksimal. Itu karena, pecatur yang bagus membutuhkan banyak jam terbang dan bertanding di berbagai turnamen.
Karena itu program pembinaan atlet tersebut akan fokus untuk menambah pengalaman bertanding atlet. Nanti pengurus cabor akan mengupayakan sponsor supaya memudahkan pecatur mengikuti kejuaraan prestisius.
Joko melihat, waktu dua tahun sangat ideal untuk memaksimalkan persiapan sebelum Porprov Jatim selanjutnya. Itu menyusul, dalam waktu yang panjang itu bisa melakukan latihan berkala. Sampai ikut banyak kejuaraan.
Menurutnya, pihaknya sebenarnya punya peluang bagus di Porprov IX Jatim 2025 lalu. Itu karena, pecatur putra yang ikut dalam nomor campuran beregu meraih medali perak di Kejurprov Jatim 2025. Sementara atlet perorangan putri mereka meraih perunggu.
”Hanya saja, strategi mereka belum bisa membuahkan hasil,” katanya. Langkah atlet campuran beregu terhenti di babak Pra Porprov Jatim. Sementara nomor perorangan belum bisa berbuat banyak menghadapi kontingen lain. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho