RAIHAN tiga medali di Porprov IX Jatim 2025 tidak membuat Triathlon Kota Malang puas. Mereka bertekad menambah jumlah raihan medali di kejuaraan multi cabor berikutnya. Demi mewujudkan hal itu, cabor gabungan sepeda, berenang, dan berlari itu akan segera melakukan penjaringan atlet.
Sekretaris Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kota Malang Rossyta DS menjelaskan, sebagai cabor baru perlu memperbanyak atlet. Itu karena, sebelumnya hanya merekrut atlet dari cabor lain. Persiapan mereka juga cukup singkat untuk Porprov IX Jatim 2025.
”Kami berencana mencari bibit-bibit baru untuk mengikuti berbagai kejuaraan,” katanya. Dia menjabarkan, akan melakukan perekrutan terbuka untuk atlet muda. Baik itu yang sudah menekuni triathlon, maupun yang belum mempunyai basic cabang olahraga tersebut.
Baginya, atlet yang terjun di triathlon tidak sekadar mengandalkan kemampuan saja. Perlu punya motivasi dan keinginan untuk tetap berlatih tinggi. Sebab, harus menguasai setidaknya dua hingga tiga jenis olahraga, tergantung nomor yang diikuti.
Nanti, atlet baru akan dipantau kemampuan dasar mereka. Apabila mereka mempunyai kelebihan di lari, maka atlet tersebut akan belajar menguasai renang atau bersepeda. Begitu juga sebalikanya dengan atlet yang mempunyai dasar di renang dan bersepeda.
”Karena pasti ada cabor pertama yang baru dikuasai jadi perlu waktu,” katanya. Beruntung, Triathlon Kota Malang mempunyai waktu dua tahun untuk mematangkan atlet-atlet barunya. Rossy melihat, durasi waktu tersebut sangat cukup untuk mengasah fisik dan teknik anak asuhnya.
Agar nanti, bisa siap bersaing dengan kontingen lain. Harapannya, dari perekrutan itu atlet-atlet baru dapat tampil menonjol di Porprov X Jatim 2027 mendatang. Sehingga target meraih medali emas bisa segera tercapai. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho