MALANG KOTA- Kategori tiket pertandingan Arema FC di BRI Super League 2025/2026 lebih beragam. Jika pada kompetisi musim lalu hanya ada dua, saat ini terdapat lima kategori. Di antaranya, tiket ekonomi utara-selatan, ekonomi utama, VIP B, VIP A, dan VVIP.
Tiket laga Singo Edan pada kompetisi musim ini mengalami penurunan harga Rp 25 ribu untuk kategori ekonomi utara-selatan. Untuk mendapat tiket dengan tempat duduk di belakang gawang itu, Aremania harus membayar Rp 125 ribu. Sebelumnya, manajemen membanderol tiket laga Arema FC Rp 150 ribu untuk semua kategori ekonomi.
Sedangkan, tiket kategori VIP musim 2025/2026 mengalami peningkatan harga Rp 50 ribu. Pada saat masih berkandang di Stadion Soepriadi, Blitar, tiket laga Arema FC kelas VIP Rp 200 ribu. Saat melawan Persik Kediri pada pekan 32 BRI Liga 1 2024/2025 Rp 250 ribu.
Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid menjelaskan, Aremania yang membeli tiket kategori VVIP mendapat service lebih. Seperti berada di area eksklusif dan mendapat suguhan makanan dan minuman. ”Ini bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan standar laga Arema FC menjadi lebih profesional dan modern,” katanya.
Arema FC berharap, beragam kategori tiket itu memberi banyak pilihan untuk para pemain ke-12. Seluruh Aremania bisa menyesuaikan dengan kenyamanan dan preferensi masing-masing.
Disinggung terkait masih adanya pro dan kontra di kalangan pendukung tim terkait harga tiket, Alumnus Universitas Brawijaya itu tidak terkejut. Dia melihat, kondisi itu normal terjadi. Musim lalu, juga ada respons serupa.
”Kita semua harus sama-sama paham dan mengerti bahwa biaya operational di Kanjuruhn sekarang sudah sangat berbeda dengan yang dulu,” katanya. Banyak aspek yang harus dihitung dan dipertimbangkan. Penetapan harga tiket tersebut sudah dipikirkan secara matang dan penuh perhitungan.
Program untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
Munif memastikan program untuk keluarga korban tragedi Kanjuruhan akan berjalan. Seperti mengundang mereka saat tim berlaga. Lalu menyalurkan sebesar 3 persen dari setiap pendapatan bersih dari penjualan tiket. ”Itu menjadi bentuk komitmen kami,” jelas dia.
Respons Suporter
Di tempat terpisah, Aremania asal Sukorejo, Pasuruan, Amin Fals tidak mempermasalahkan harga tiket itu. Dia melihat, sebuah hal normal saat manajemen Singo Edan menetapkan harga dengan angka itu. ”Sewa stadion tidak murah. Jadi tidak mungkin, harga tiket Rp 50 ribu,” katanya.
Sedangkan Aremania Embong Brantas Ibrahim Ricky Herdianto melihat harga tiket laga kandang Arema FC kurang ideal. Sebab, berpotensi membuat pengeluaran Aremania untuk sekali menonton aksi Ian Puleio dkk di Stadion Kanjuruhan tinggi. ”Tiket Rp 150 ribu, belum biaya transportasi, makanan, dan minum. Bisa-bisa keluar lebih dari Rp 300 ribu per-laga,” ucapnya.
Menurutnya, angka itu membebani untuk Aremania yang masih duduk bangku SD, SMP, sampai SMA. Karena harus berusaha keras menyisihkan uang jajan. Apalagi sampai Arema FC kalah. ”Ideal Rp 100 ribu,” katanya. (gp)
Editor : A. Nugroho