Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Bantah Pemain Asing Cedera Bawaan, Odivan dan Valdeci Alami Masalah Otot karena Intensitas Latihan

Galih R Prasetyo • Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:20 WIB
LATIHAN BERAT: Odivan Koerich (kanan) mengikuti internal game Arema FC di ARG Soccer Field Lawang pekan lalu.
LATIHAN BERAT: Odivan Koerich (kanan) mengikuti internal game Arema FC di ARG Soccer Field Lawang pekan lalu.

KABUPATEN - Problem kaki yang Odivan Koerich dan Valdeci Moreira rasakan bukan cedera lama. Manajemen Singo Edan membantah rumor yang menyebutkan kedua legiun asing itu punya problem kaki bawaan. Mereka yakin, amunisi anyar direkrut dalam kondisi yang bugar.   

Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini, Odivan punya riwayat cedera berat di klub sebelumnya. Dia sempat bermasalah dengan problem lutut yang membuatnya absen lama. Sedangkan Valdeci sempat cedera, tapi tidak perlu naik meja operasi. 

”Keduanya sama-sama terkena (cedera) hamstring. Tidak benar rumor yang mengatakan cedera lama mereka kambuh,” ujar General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi. Menurutnya, klub merekrut amunisi anyar tidak sekadar melihat skill dan kecocokan dengan skema permainan tim. Lebih jauh, juga memperhatikan riwayat cederanya dan kondisinya saat direkrut. 

Sebelum tanda tangan kontrak, umumnya dilakukan tes medis terlebih dahulu. Arema FC tidak langsung percaya dengan dokumen kesehatan yang dibawa agen dan pemain. 

Pria kerap disapa Inal itu menjabarkan, klub sangat serius terkait aspek kesehatan pemain anyar. Tujuannya, sebagai antisipasi supaya tidak membeli kucing dalam karung. ”Beberapa musim yang lalu, ada calon pemain asing baru sudah ke kantor batal tanda tangan kontrak, akibat hasil tes medisnya kurang baik,” katanya. 

Lebih lanjut, eks manajer bisnis Arema FC itu mendapat informasi jika problem kaki pemain salah satu penyebabnya intensitas latihan tinggi. Saat pramusim, para pemain digenjot fisiknya supaya punya modal mengarungi kompetisi nanti. Sekaligus bisa kompetitif.

Berangkat dari itu, dia melihat memang ada potensi cedera. Tapi, Inal memastikan tim medis dan pemain akan bekerja keras. Mengoptimalkan proses recovery. ”Saya dapat informasi, proses pemulihannya berjalan baik,” kata dia.

Di tempat terpisah, Dokter Arema FC Nanang Tri Wahyudi SpKO menjabarkan, potensi cedera selalu ada di setiap latihan. Sebab, sepak bola tidak bisa dilepaskan dari aktivitas fisik. Apalagi, intensitas latihan tim tinggi sebagai bagian dari persiapan sebelum BRI Super League 2025/2026.

”Itu salah satu risiko pra musim, karena biasanya level latihan sedang naik,” katanya. Dari hal itu, tidak semua penggawa mempunyai recovery yang maksimal. Akibatnya, berpotensi mengalami cedera. 

Salah satu pemicu lain pemain cedera saat pramusim juga bisa terjadi akibat penyesuaian. Artinya, pemain anyar masih dalam proses membiasakan program latihan nakhoda anyar. Sehingga, tubuhnya belum beradaptasi dengan maksimal.

Situasi tersebut sudah dikonsultasikan dengan tim pelatih. Khususnya dengan pelatih fisik. Dia melihat, program latihan Singo Edan sejatinya sudah direncanakan dengan ideal.

”Contohnya mulai pekan ini sudah ringan, jadi sudah lebih aman,” jelas dia. Umumnya, intensitas latihan jelang kompetisi menurun. Fokusnya lebih ke aspek tactical dan maintenance kebugaran. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #BRI Super League #Cedera #pemain asing #Singo Edan