Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tradisi Arema FC: Tiga Musim Beruntun Lahirkan Bintang Muda

A. Nugroho • Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:07 WIB
KESEMPATAN UNJUK GIGI: Achmad Maulana Syarif (kiri) dan Hamzah Titofani berjibaku berebut bola dalam sesi latihan di ARG Soccer Field Lawang, 7 Agustus lalu.
KESEMPATAN UNJUK GIGI: Achmad Maulana Syarif (kiri) dan Hamzah Titofani berjibaku berebut bola dalam sesi latihan di ARG Soccer Field Lawang, 7 Agustus lalu.

KABUPATEN - Dalam tiga musim terakhir selalu muncul pemain muda yang bersinar di skuad Arema FC. Pada BRI Liga 1 2024/2025 Salim Tuharea mencuri perhatian. Pesepak bola asal Maluku itu menambah daya gedor Singo Edan.

Baik itu saat berlaga di Piala Presiden 2024 dan kompetisi. Salim total menciptakan sembilan gol dan dua assist dalam dua ajang tersebut. Performa positif itu membuatnya masuk nominasi pemain muda terbaik kompetisi bersama Arkhan Fikri dan Achmad Maulana Syarif. 

Sedangkan pada BRI Liga 1 2023/2024, Achmad Maulana mendapatkan spotlight. Didatangkan dari Persija dengan status pinjaman, pemain dengan nomor punggung 19 itu mendapatkan berkah dari transformasi posisi. Bermain sebagai full back kanan dari sebelumnya di gelandang, membuatnya bermain reguler di kompetisi kasta tertinggi. 

Pos bek sayap kanan selalu menjadi miliknya saat dalam kondisi fit dan siapapun pelatihnya. Statistik pemain asal Bandung itu, bermain 16 kali saat kompetisi 2023/2024. Persentase Achmad berlaga bertambah pada musim berikutnya, tampil 24 kali di kompetisi dan menciptakan satu gol dan satu assist.

Sementara pada musim sebelumnya, banyak pemain muda tim mencuri perhatian. Mulai dari Achmad Figo, Hamzah Titofani, sampai Arkhan Fikri. 

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi percaya, tradisi klub menelurkan pemain muda anyar potensial akan terus berlanjut musim ini. Dia punya keyakinan itu karena tim punya stok young guns yang bisa menunjukkan performa bagus. Pemain  muda tim musim lalu juga semakin matang.

”Harus kami akui, potensi tersebut yang membuat kami berkomunikasi dengan tim pelatih untuk tidak meninggal pemain muda tim,” katanya. Artinya, tetap memberi ruang untuk mereka berkembang, saat regulasi kompetisi menetapkan klub berhak punya 11 legiun asing. Tujuh di antaranya bisa bermain bersama dalam satu pertandingan. 

Pria kerap di sapa Inal itu menjelaskan, klub selalu mempunyai program jangka pendek dan panjang. Para pemain muda menjadi salah satu aspek masuk di target tim kategori kedua tersebut. Karena itu, tidak ragu memberi kontrak Dimas Aryaguna yang sebelumnya bermain dengan Arema FC U-20. 

Meski begitu, dia berharap penggawa muda tidak cepat puas. Harus mempunyai rasa lapar untuk menunjukkan performa terbaik. ”Mereka harus memaksimalkan semua kesempatan. Baik itu saat mendapatkan kesempatan berlaga dan menempa diri dengan para pemain senior,” katanya. Itu karena, bisa membuat young guns meningkatkan kemampuannya. 

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos memastikan tidak akan melupakan pemain muda tim. Dia sadar, penggawa tersebut merupakan aset klub. Karena itu, akan membantu mereka meningkat. 

”Regulasi juga mengharuskan kami memainkan pemain U-23 di setiap laga,” katanya. Karena itu, pasti memaksimalkan tenaga mereka. (gp/zan)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #young guns #BRI Liga 1 #Singo Edan