LEVEL pertandingan yang diikuti atlet BMX Kota Malang meningkat. Setelah Porprov IX Jawa Timur dan Kejurnas, mereka akan bertanding di C1 International BMX Supercross. Kejuaraan tersebut akan berlangsung di Banyuwangi pada bulan November mendatang.
Pelatih BMX Kota Malang Tifania Adine menjelaskan, kejuaraan tersebut merupakan ajang bergengsi bagi atlet BMX Cross. Itu karena, menjadi momentum mengumpulkan poin untuk atlet berusia 17 tahun ke atas. Perolehan poin di ajang itu bisa menjadi tiket untuk tampil di Olimpiade.
Sedangkan untuk atlet berusia 17 tahun ke bawah, menjadi wadah yang tepat untuk menambah jam terbang dan mencari pengalaman bertanding. Itu menyusul, akan menghadapi atlet-atlet yang berpengalaman. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
”Kemungkinan, kami akan memberangkatkan semua atlet ke turnamen BMX (internasional) itu,” katanya. Menurutnya, kejuaraan tersebut harus dimaksimalkan anak asuhnya. Selain lokasinya dekat dari Malang, ajang prestisius sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Perempuan yang kerap disapa Adin itu melihat, tidak banyak lomba BMX Cross yang digelar di Jawa Timur. Biasanya, selalu dihelat di Jogjakarta dan Jakarta.
Berangkat dari hal itu, atlet BMX Kota Malang sudah berlatih secara intensif untuk kejuaraan internasional tersebut. Mereka tidak hanya menempa diri saat latihan bersama. Namun, juga ikut dalam program latihan di klub masing-masing.
”Harapannya dengan mengikuti turnamen itu bisa menambah pengalaman atlet dan mengasah kemampuan,” katanya. Nanti C1 International BMX Supercross Banyuwangi akan diikuti atlet Thailand, Korea Selatan sampai Australia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho