PERSIAPAN cabor Barongsai Kota Malang sebelum menghadapi kejuaraan nasional menemui jalan terjal. Mereka tidak bisa mengirimkan dua tim untuk bertanding di Festival Barongsai Tingkat Nasional Piala Wali Kota 2025. Dampaknya, hanya bisa memberangkatkan satu tim campuran dalam ajang yang berlangsung di Semarang pada 14 September nanti.
Wakil Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Malang Brilliant Matriwiria menjelaskan, hanya bisa mengirim satu tim karena sejumlah faktor. Salah satunya, atlet di tim kedua mengalami cedera saat latihan. ”Sabtu lalu (9/8) satu atlet kami terjatuh saat melakukan atraksi. Membuatnya harus dirawat di Rumah Sakit,” katanya.
Akibat itu, atlet itu harus mendapatkan jahitan sebanyak lima kali. Sehingga tim yang sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari harus melakukan penyesuaian dan diubah komposisinya. Karena tidak bisa dipaksakan berlaga.
Brilliant menjabarkan, komposisi tim gabungan berisi atlet-atlet muda dari Porprov IX Jatim 2025 yang bertanggung jawab untuk musik. Sementara untuk pemain barongsai tonggak akan dimainkan atlet senior.
Meski mempunyai waktu singkat mempersiapkan tim campuran itu, FOBI Kota Malang optimistis mencatatkan prestasi. Mereka percaya diri karena yakin tidak ada hal mustahil. Terpenting, untuk sekarang terus fokus.
Festival Barongsai Nasional Piala Wali Kota 2025 tidak ingin dilewatkan begitu saja. Itu menyusul, ajang seperti itu belum banyak digelar di Jawa Timur. ”Di sini jarang ada kompetisi seperti itu. Satu penyebabnya, level kesulitan ajang tersebut tinggi,” paparnya.
Terlebih lagi, lawan-lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Brilliant menyebut, akan ada tim dari Jakarta yang pernah mewakili Indonesia di ajang Internasional. Kejuaraan itu akan dimanfaatkan sebagai momentum menambah pengalaman atletnya. Barongsai Kota Malang tidak mematok target tinggi. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho