Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gol Bunuh Diri Buyarkan Misi Tiga Poin Arema FC

Bayu Mulya Putra • Minggu, 17 Agustus 2025 | 19:52 WIB

 

BERAKHIR IMBANG: Dalberto Luan Belo dikawal dua penggawa PSIM Jogjakarta. Pada laga kemarin sore, Dalberto kembali mencatatkan namanya di papan skor.
BERAKHIR IMBANG: Dalberto Luan Belo dikawal dua penggawa PSIM Jogjakarta. Pada laga kemarin sore, Dalberto kembali mencatatkan namanya di papan skor.

JOGJAKARTA - Meski hanya bermain imbang di laga kemarin sore (16/8), Arema FC berhasil memperbaiki catatan dari musim sebelumnya. Pada BRI Liga 1 musim 2024/2025, Singo Edan hanya mampu mendulang satu poin dari dua pekan pertama. Sementara pada BRI Super League musim 2025/2026 kali ini, mereka sudah membukukan empat poin. 

Pada pertandingan kemarin, Singo Edan sejatinya tampil lebih efisien. Meski kalah dalam penguasaan bola dan shots on target, mereka menunjukkan pertahanan yang solid. Sayangnya, gol bunuh diri dari Betinho harus membuyarkan misi tiga poin yang sudah di depan mata. Gol yang tidak diharapkan itu tercipta dua menit jelang waktu normal berakhir.

”Kami tahu pertandingan ini akan berjalan sulit karena bermain di kandang lawan. Fans mereka (PSIM) juga memberi dukungan sepanjang laga dan itu memberikan semangat (kepada pemain lawan),” kata Pelatih Arema FC Marcos Santos. Secara umum, dia melihat timnya sebenarnya layak menang.

Itu terlihat sejak peluit babak pertama dibunyikan. Meski lebih banyak diserang, skuadnya tampil tenang. Mereka lebih banyak menunggu dan mengandalkan lebar lapangan. Gawang Singo Edan juga lebih banyak terancam pada babak pertama.

Beruntung, Adi Satryo bermain dengan gemilang. Tercatat, dia menggagalkan empat peluang yang dilesatkan pemain PSIM. Termasuk menyelamatkan gawangnya dari sepakan jarak jauh Pulga Vidal.

Pada interval pertama, Singo Edan hanya mampu membukukan dua shots on target. Salah satunya berhasil dikonversikan menjadi gol melalui titik putih. Dalberto Luan Belo kembali sukses menjalankan peran sebagai eksekutornya. Keunggulan 1-0 atas PSIM jadi penutup babak pertama.

Sayangnya, situasi tak berbeda jauh terjadi pada interval kedua. Singo Edan masih kalah penguasaan bola. Sepanjang pertandingan, PSIM mencatatkan 51 persen penguasaan bola. Mimpi buruk bagi Arema FC dimulai pada menit ke-53.

Sejak menit itu, mereka harus bermain dengan 10 orang. Pelanggaran Yann Motta kepada Nermin Haljeta berbuah kartu merah. Kondisi tersebut memaksa Marcos Santos menginstruksikan permainan yang lebih defensif. ”Harusnya itu bukan kartu merah. Tapi sudah diputuskan wasit, kami tidak bisa bicara apa-apa lagi,” kata Marcos setelah laga.

Sempat bertahan dengan baik selama 43 menit, gawang Adi akhirnya tembus juga. Gol bunuh dari Betinho pada menit ke-88 membuat skor menjadi imbang 1-1. Skor itu bertahan hingga peluit akhir dibunyikan wasit.

Skor sama kuat itu membuat Arema FC dan PSIM Jogjakarta menjadi dua tim yang belum tersentuh kekalahan dalam dua pekan BRI Super League. Ada satu tim lagi yang mencatatkan hal serupa. Yakni Malud United. ”Kami tetap bersyukur bisa membawa pulang satu poin. Karena kami bermain dengan 10 pemain, dan sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata bek tengah Arema FC Anwar Rifai. (zan/by)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #BRI Super League 2025/2026 #psim #Singo Edan