MANAJEMEN Unggul FC Malang tidak tergesa-gesa memenuhi kuota pemain U-20 untuk Pro Futsal League (PFL) 2025/2026. Mereka masih menantikan kepastian regulasi itu sebelum akhirnya menjalankan aturannya. Klub bermarkas di Unggul Sports Center itu merasa, regulasi tersebut perlu dibuat lebih spesifik lagi.
Perlu diketahui, dalam regulasi tersebut, setiap tim wajib memasukkan minimal satu penggawa U-20 di daftar susunan pemain (DSP) di setiap laga. Klub dapat dengan bebas mengganti pemain U-20 yang didaftarkan setiap pekan. Saat babak Playoff, klub hanya bisa mendaftarkan pemain U-20 yang pernah terdaftar di babak reguler.
Manajer Tim Unggul FC Malang Usa Laksono menjelaskan, regulasi tersebut belum menjelaskan hal-hal spesifik. Seperti minimal menit bermain yang harus dipenuhi. Lalu, sanksi saat ada klub tidak memainkan pemain U-20 seperti apa.
”Regulasi itu perlu dipertimbangkan ke depan. Karena jika terdaftar saja, tetapi tidak dimainkan sangat disayangkan,” katanya. Menurutnya, apabila mendukung pemain muda, perlu juga mempertimbangkan menit bermain yang mereka dapatkan. Itu karena, PFL sangat kompetitif.
Karena itu, dia ingin regulasi U-20 dapat disiapkan dengan lebih detail. Supaya kontestan kompetisi bisa lebih nyaman menyiapkan tim dan pemainnya.
Usa menjabarkan, Unggul FC punya wadah khusus untuk mengorbitkan para penggawa muda. Di antaranya USC Futsal League. Usa tidak memungkiri akan mengorbitkan pemain dari kompetisi internal tersebut.
”Harapannya, semoga ada kabar lebih lanjut mengenai regulasi ini karena baru beberapa hari setelah diumumkan,” jelas dia. Agar nanti, aturan mengenai pemain U-20 tidak hanya digunakan untuk persyaratan saja. Melainkan juga sebagai wadah mengembangkan pemain muda. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho