MALANG KOTA - Semarak peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-80 masih terasa. Seperti ditunjukkan kalangan pekerja lintas profesi di Kota Malang, kemarin (19/8). Sekitar 32 anggota yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Padel menggelar event khusus.
Mereka menamakan kegiatan itu dengan ’Masyarakat Padel Berwastra’. Seperti namanya, padel dimainkan dengan menggunakan busana tradisional. Raisya Amalia, Relation Squad Masyarakat Padel Berwastra menjelaskan, kegiatan itu digelar setelah dia bersama teman-teman komunitas aktif bermain padel dalam tiga bulan terakhir.
Mereka biasa berlatih di Padel Garden di Perumahan Araya. Pesertanya memang lintas profesi. Ada yang bekerja sebagai notaris, pengusaha, dan hingga atlet tenis. ”Kami bikin ide bermain padel dengan wastra untuk pertama kali di Malang,” ucap Raisya.
Dia menambahkan, berwastra berarti para pemain diwajibkan menggunakan busana tradisional seperti atasan kebaya, tenun, hingga batik. Sementara untuk pakaian terusan, bisa menggunakan rok atau celana olahraga. Lalu sepatu olahraga agar para pemain mudah bergerak selama bermain padel.
Menurut Raisya, kegiatan itu sengaja digelar untuk merayakan Kemerdekaan RI sekaligus kampanye berwastra kepada masyarakat. ”Animonya tinggi. Kebetulan kami buka pendaftarannya melalui aplikasi Reclub. Sampai ada sekitar 20 orang yang masuk waiting list,” imbuh perempuan yang juga menjadi penyiar di Radio Elfara tersebut.
Permainan dilaksanakan serentak menggunakan lima lapangan. Dari 32 orang yang terdaftar, mereka bermain secara berpasangan. Permainan berlangsung pada pukul 14.00 sampai 17.00. Juaranya adalah pasangan dengan poin tertinggi. Ada lima pasangan yang terpilih sebagai juara. Mulai juara umum sampai best dress code. (mel/by)
Editor : A. Nugroho