KABUPATEN - Meski beda start, Dalberto Luan Belo dan kawan-kawan patut mewaspadai Tim Bhayangkara Presisi Lampung FC. Rekor pertemuan lah yang jadi alasan utamanya. Dalam empat laga kandang Singo Edan melawan Bhayangkara FC, mereka hanya mampu meraih sekali kemenangan.
Itu terjadi pada musim 2019/2020. Saat itu Singo Edan berhasil menaklukkan Bhayangkara FC dengan skor tipis 3-2. Sementara tiga laga lain berakhir dengan dua kali imbang dan sekali kalah. Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos memahami tantangan tersebut.
Dia tidak memungkiri kalau tim yang bermarkas di Lampung dihuni itu pemain berkualitas. Komposisi pemain asing tim lawan lah yang diwaspadai Marcos. Sebab, legiun asing Bhayangkara FC cukup familiar dengan atmosfer Liga Indonesia. ”Itu membuat mereka menjadi klub dengan skema organisasi yang baik,” kata dia.
Meski dalam dua laga awal BRI Super League, Bhayangkara FC baru mengumpulkan satu poin, Marcos menyebut bahwa itu bukan patokan kekuatan mereka. Dia yakin bahwa pertandingan nanti sore akan berjalan ketat.
Kabar baiknya, beberapa pemain kunci Bhayangkara FC dipastikan absen. Salah satunya yakni gelandang tengah andalan mereka, Moises Gaucho. Dia harus absen di laga nanti sore akibat sanksi kartu merah.
Kondisi itu akan dimanfaatkan Valdeci Moreira dan kawan-kawan untuk menguasai lini tengah.
Singo Edan sudah mengantisipasi absennya Yann Motta. Anwar Rifai dan Brandon Scheunemann bisa ditampilkan menemani Luiz Gustavo di lini belakang. Marcos menyebut bahwa dukungan Aremania di stadion bakal membantu timnya bermain lebih baik. ”Kami akan berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang mereka, karena ini laga kandang,” ujar dia.
Senada dengannya, Bek Arema FC Anwar Rifai mengakui bahwa kualitas Bhayangkara FC tidak bisa dipandang sebelah mata. Itu karena mereka mempunyai banyak pemain sayap yang cepat dan penyerang berbahaya. ”Saya rasa kami patut mewaspadai semua pemain, (Ilija) Spasojevic juga cukup berbahaya,” kata dia.
Sementara itu, Pelatih Kepala Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster tetap optimistis bisa meraih hasil terbaik. Dia mengaku telah mengidentifikasi penyebab belum klinisnya mereka di sepertiga akhir lapangan. Eks nakhoda Persebaya Surabaya itu yakin permainan bakal berjalan seru.
”Kami bisa melihat mereka (pemain) punya daya juang tinggi. Itu menjadi kesempatan kami untuk menang,” kata dia. Dia mengaku akan memanfaatkan absennya Yann Motta. Kecepatan pemain sayap dan skema memanfaatkan bola-bola atas sudah disiapkan dia. (zan/by)
Editor : A. Nugroho