Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Achmad, Arkhan, Salim Tidak Bisa Bermain, Arema FC Harus Mencari Komposisi U-23 Baru

Galih R Prasetyo • Rabu, 27 Agustus 2025 | 16:45 WIB

BERPELUANG TAMPIL: Brandon Scheunemann (kanan) berhasil menghadang Samuel Balinsa dalam sesi latihan Arema FC di Stadion Gajayana, kemarin.
BERPELUANG TAMPIL: Brandon Scheunemann (kanan) berhasil menghadang Samuel Balinsa dalam sesi latihan Arema FC di Stadion Gajayana, kemarin.
 

MALANG KOTA - Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos dituntut memutar otak menentukan komposisi pemain U-23 yang dimainkan. Dia dipastikan tidak bisa menurunkan Arkhan Fikri, Salim Tuharea, dan Achmad Maulana Syarif di laga selanjutnya. Achmad mengalami cedera, Salim dan Arkhan mengikuti pemusatan latihan Timnas U-23. 

Pada laga sebelumnya, ketiganya hampir selalu menjadi pilihan utama Marcos mengisi slot U-23. Achmad bermain tiga kali. Arkhan tampil dalam dua laga. Salim bertanding saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Perlu diketahui, setiap klub BRI Super League wajib memainkan pemain U-23 selama 45 menit dalam satu pertandingan. Ada sanksi untuk tim yang melanggar aturan tersebut. Saat ini, Singo Edan punya enam pemain yang masuk kategori U-23. 

Tapi, tidak berposisi sebagai full back kanan. Di antaranya, Brandon Scheunemann, Iksan Lestaluhu, Aswin, Fikri Arjidan, Razzaa Fachrezi Aziz, dan, Dimas Aryaguna (selengkapnya baca grafis). Melihat komposisi itu, kemungkinan di antara Brandon, Razza, dan Fikri yang akan mengisi slot U-23. 

Pemain muda tim yang tersedia.
Pemain muda tim yang tersedia.

Sedangkan posisi full back kanan dipercayakan kepada Bayu Setiawan. Pada laga sebelumnya, nama tersebut mengisi posisi Achmad yang ditarik keluar akibat cedera. Marcos Santos mengatakan, belum menentukan komposisi yang ideal. 

Dirinya dan tim pelatih harus melihat dulu bagaimana kesiapan pemain dan performa selama latihan. Menurutnya, tim harus berhati-hati menentukan siapa mengisi slot U-23. Karena, persaingan di kompetisi sangat ketat dan pemain muda juga perlu dijaga. 

Baginya, kesempatan bermain jangan sampai membuat young guns tim tertekan dan akhirnya sulit untuk berkembang. Terlebih, hanya Iksan yang punya pengalaman banyak berlaga di kompetisi dari pemain U-23 yang tersedia saat ini.  ”Kami harus akui kehilangan pemain-pemain tersebut (Achmad, Arkhan, dan Salim) bukan hal yang mudah,” kata Marcos. 

Meski begitu, dia memastikan tim pelatih tidak akan menyerah. Saat ini yang ingin dilakukannya terus mengasah kemampuan pemain U-23. Akan maksimalkan waktu yang ada untuk membuat pemain muda di tim ini siap berlaga. 

Marcos memastikan elemen tim memercayai kualitas pemain muda Arema FC. Sekarang tinggal terus fokus untuk persiapan dan adaptasi pola permainan. ”Kami akan membantu setiap pemain muda untuk menunjukkan performa terbaik,” katanya. 

Di tempat terpisah, Razzaa Fachrezi mengatakan selalu menunggu momentum untuk bermain. Dia berusaha untuk terus dalam kondisi siap. ”Supaya saat pelatih membutuhkan bisa menunjukkan performa yang maksimal,” katanya.

Dia merasa proses adaptasi dengan permainan tim tidak ada kendala. Razza mengerti bagaimana keinginan tim pelatih Singo Edan. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #Pemain #Marcos Santos #Singo Edan #u 23