RADAR MALANG - Mauro Zijlstra tengah jadi sorotan publik sepakbola Tanah Air. Pemain muda berusia 20 tahun ini resmi masuk daftar naturalisasi dan diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Bukan tanpa alasan, garis keturunan Indonesia yang dimiliki membuat Zijlstra sah berganti status dari Belanda menjadi WNI.
Zijlstra bisa dinaturalisasi karena sang nenek, Elsa Samuel Louise, lahir di Bandung, Jawa Barat pada 6 Oktober 1937. Dari sang nenek inilah garis keturunan Indonesia mengalir dalam dirinya. Elsa kemudian memiliki anak bernama Frederik Zijlstra, ayah Mauro, yang lahir di S-Hertogenbosch pada 19 Januari 1970.
Dengan silsilah itu, Mauro Zijlstra kini resmi memenuhi syarat menjadi bagian dari skuad Garuda. Ia bahkan sudah disiapkan tampil di FIFA Matchday September 2025 dan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Lahir di Zaandam, Belanda pada 9 November 2004, Zijlstra punya postur tinggi menjulang 188 centimeter. Saat ini dia memperkuat Volendam, klub yang musim lalu sukses promosi ke Eredivisie 2025/2026. Bersama tim muda Volendam, Zijlstra tampil tajam dengan catatan 17 gol dan empat assist dari 21 pertandingan. Catatan apik itu membuatnya menembus tim utama dengan tujuh penampilan sepanjang musim lalu.
Performa konsisten membuat Volendam tak ragu mengikat kontrak baru hingga Juni 2027. Peluang tampil reguler di Eredivisie pun terbuka lebar, sekaligus menjadi modal berharga untuk karier internasionalnya bersama Timnas Indonesia.
Sebelum berseragam Volendam, Zijlstra sempat menimba ilmu bersama tim muda AZ Alkmaar, Amsterdamsche FC, hingga NEC Nijmegen. Dia dikenal fleksibel di lini serang, bisa dimainkan sebagai penyerang tengah maupun second striker.
Dengan garis keturunan Indonesia yang jelas dan performa yang menjanjikan, Mauro Zijlstra bukan sekadar pemain naturalisasi biasa. Dia berpotensi besar menjadi tumpuan baru lini depan Timnas Indonesia di masa mendatang. (bal)
Editor : A. Nugroho