MALANG KOTA- Hasil imbang 0-0 di markas Persijap Jepara mencatatkan satu capaian positif untuk Singo Edan. Penggawa Arema FC berhasil mendapatkan clean sheet untuk pertama kali musim ini. Adi Satryo menjadi aktor penting dalam laga Super League pekan ke-4 tersebut.
Sebagai informasi, pemain berusia 24 tahun itu mencatatkan enam kali penyelamatan. Dari performa tersebut, Adi diganjar sebagai pemain terbaik dalam laga itu. Hasil nirbobol tersebut sekaligus jadi yang pertama bagi eks PSIS Semarang itu selama berkostum Arema FC.
Meski harus menunggu sampai empat laga untuk nirbobol, performa itu membuat Arema FC mengulangi statistik minim kemasukan gol pada awal musim lalu. Dalam empat laga awal BRI Liga 1 2024/2025, gawang Singo Edan hanya kemasukan tiga gol. Perinciannya, kebobolan tiga gol dalam dua laga dan berhasil clean sheet di laga lainnya.
Saat ini Arema FC menjadi tim dengan jumlah kemasukan gol paling minim ketiga di antara kontestan Super League. Persija Jakarta dan Borneo FC menempati urutan satu dan dua terkait jumlah kemasukan gol paling sedikit. Borneo FC kebobolan satu gol dan Macan Kemayoran kemasukan dua gol.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menjabarkan, elemen tim bekerja keras untuk selalu tidak kemasukan gol. Julian Guevara dkk percaya, semakin sedikit kebobolan akan memperbesar peluang meraih poin. ”Kami selalu menghadapi pertandingan yang tidak mudah. tetapi kami senang mengakhiri laga terakhir tanpa kebobolan.” katanya.
Menurutnya, clean sheet pertama Arema FC memberi efek positif. Itu menyusul, tercipta di laga tandang. Nakhoda asal Brasil itu merasa tidak kebobolan di kandang lawan merupakan capaian spesial yang akan meningkatkan motivasi pemain.
Karena itu, dia memberi apresiasi khusus kepada Pelatih Kiper Arema FC Tiago Simoes. Itu menyusul, berhasil mengangkat performa Adi. Selama empat kali bermain di bawah mistar, pemain bernomor punggung 30 itu juga selalu tampil konsisten.
”Kompetisi (Super League) sangat kompetitif. Peningkatan performa selalu dibutuhkan tim,” katanya. Karena itu, pelatih berusia 46 tahun itu berharap anak asuhnya melanjutkan catatan nirbobol. Terlebih akan melawan Dewa United di Stadion Kanjuruhan pada 13 September nanti.
Sementara itu, bek tengah Arema FC Luiz Gustavo memandang lini belakang timnya semakin kukuh. Tidak hanya penjaga gawang, pemain lain juga bermain minim kesalahan sepanjang pertandingan lawan Persijap. ”Semua pemain berlari (bertahan) dan menahan gempuran tim tuan rumah dengan bagus,” ujar dia. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho