KEPUTUSAN full back kanan anyar Arema FC Alfiansyah hijrah ke Malang diperkuat faktor eksternal. Adalah masukan dari gelandang Singo Edan Jayus Hariono yang membuatnya semakin yakin pindah. Keduanya saling kenal setelah bermain bersama di PSS Sleman pada BRI Liga 1 musim 2024/2025 lalu.
Selama berseragam kesebelasan berjuluk Super Elja itu, keduanya akrab karena kamar di mess mereka saling berhadapan. Dari interaksi sehari-hari, Jayus mulai banyak bercerita mengenai atmosfer Arema FC. Perlahan, cerita gelandang 28 tahun itu menumbuhkan ketertarikan Alfiansyah untuk bergabung.
”Dia banyak menjelaskan tentang histori dan prestasi klub ini yang membuat saya ingin menjadi bagian dari Arema FC,” katanya. Ketertarikan itu kemudian menjadi kenyataan saat mendapatkan tawaran langsung dari Manajemen Singo Edan pada akhir Agustus lalu. Jayus yang mengetahuinya memberi ucapan selamat karena kembali menjadi rekan setim.
Pemain asal Deli Serdang itu menjelaskan, Jayus banyak memberikannya informasi terkait Malang. Dia mendapatkan saran untuk terus bekerja keras. Tidak mudah puas dengan kemampuan sekarang dan respect dengan para lama.
Karena hal itu, Fian, sapaan akrab Alfiansyah sudah cepat berbaur dengan lingkungan barunya. Mudah bergaul dengan pemain lokal maupun asing. Terlebih lagi, elemen tim Singo Edan selalu welcome dengan penggawa baru.
Dari adaptasi yang cepat itu, dia berharap bisa mendapatkan kepercayaan pelatih. Fian bertekad membantu tim meraih hasil terbaik selama Super League. ”Semoga saya bisa membantu tim tampil kompetitif musim ini,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho