Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dukung Piala Presiden dengan Format Baru, Jadi Kesempatan Memainkan Pemain Muda

Galih R Prasetyo • Senin, 15 September 2025 | 17:39 WIB

 

 

PERLU KOMPETISI TAMBAHAN: Matheus Blade (kiri) memenangi duel udara dalam laga Super League pekan ke-5 melawan Dewa United di Stadion Kanjuruhan, Sabtu lalu (13/9).
PERLU KOMPETISI TAMBAHAN: Matheus Blade (kiri) memenangi duel udara dalam laga Super League pekan ke-5 melawan Dewa United di Stadion Kanjuruhan, Sabtu lalu (13/9).

MALANG KOTA - Rencana penambahan kuota tim peserta Piala Presiden didukung Manajemen Arema FC. Mereka melihat, digelarnya turnamen itu memberi banyak efek positif untuk klub. Salah satunya, tim pelatih Singo Edan bisa memberi kesempatan pemain muda dan penggawa tim yang jarang tampil di ajang itu.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjabarkan, jumlah laga setiap klub di turnamen itu akan meningkat dengan 64 tim peserta. Secara otomatis, kesempatan bermain para penggawa tim juga akan tinggi. Itu menyusul, tim pelatih dituntut melakukan rotasi pemain.

Apalagi, Piala Presiden musim depan direncanakan berlangsung tidak saat pramusim. PSSI berencana menggulirkan ajang tersebut saat Super League berlangsung. Mirip dengan FA Cup dan Premier League. Pada Piala Presiden 2025 lalu, Arema FC hanya berlaga dua kali di ajang itu.

serba serbi piala presiden.
serba serbi piala presiden.

”Idealnya memang klub harus mengikuti dua kompetisi, satu liga dan satu turnamen. Kalau itu berlangsung bakal bagus untuk pemain muda,” ujar dia. Yusrinal tidak menampik, banyak young guns Singo Edan yang jam bermainnya masih minim musim ini. Seperti Brandon Scheunemann, Aswin, Dimas Aryaguna, sampai Agusti Firmansyah.

Dia percaya mengikuti dua kejuaraan tidak akan mengganggu recovery pemain. Itu karena, tim mempunyai skuad yang dalam. Mempunyai dua sampai tiga pemain di masing-masing posisi.

Penjaga gawang misalnya, Arema FC bisa mengandalkan Lucas Frigeri, Adi Satryo, dan Andrian Casvari. Pemain lini tengah, ada nama-nama seperti Jayus Hariono, Julian Guevara, Bentinho Filho, Matheus Blade, Aswin, Arkhan Fikri, sampai Valdeci Moreira.

”Terpenting bukan recovery, tapi bagaimana regulasinya harus jelas, apakah nanti boleh bermain di dua kompetisi dengan pemain yang sama atau tidak,” ujarnya. Menurutnya, Singo Edan berencana menjadikan ajang itu sebagai wadah mengembangkan pemain. Tapi, saat ada kesempatan untuk berprestasi akan dimaksimalkan dengan sebaik mungkin.

Arema FC menyadari, para pemain ke-12 selalu ingin yang terbaik. Baik itu saat bermain di kompetisi atau turnamen. Berangkat dari itu, Singo Edan akan berusaha untuk melakukan yang terbaik saat tampil di ajang itu.

Sebagai informasi, Piala Presiden format baru direncanakan berlangsung April 2026. Pesertanya, semua tim dari berbagai level kompetisi. Mulai Super League, Championship, sampai kompetisi kasta ketiga.

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menjabarkan, sudah sewajarnya turnamen seperti Piala Indonesia bergulir lagi. Menurutnya, di Brasil banyak kejuaraan pendamping kompetisi utama. ”Selain membuat kami punya peluang meraih trofi, dua atau tiga kompetisi akan jadi tempat pemain dapat menit bermain,” katanya. (zan/gp)

 

Grafis

Serba-Serbi Piala Presiden

 

Musim 2026

  1. Peserta berjumlah 64 tim.
  2. Melibatkan tim dari Super League, Championship, Liga 3 sampai Liga 4.
  3. Dijadwalkan berlangsung bulan April 2026.
  4. Berlangsung berbarengan dengan Super League
  5. Setiap tim diharuskan memberi banyak kesempatan pemain muda tampil.
  6. Saat ini PSSI masih menggodok turnamen itu.

 

Musim 2025

  1. Jumlah peserta enam tim
  2. Diikuti dua tim dari luar negeri
  3. Menggunakan format sistem grup
  4. Tidak ada batasan pemain asing dan muda saat pertandingan.
  5. Berlangsung terpusat di Bandung dan Jakarta
  6. Port FC menjadi juara
Editor : A. Nugroho
#Arema FC #piala presiden #Singo Edan